Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjadi penopang kesehatan siswa justru berujung pilu. Badan Gizi Nasional (BGN) kini tengah melakukan investigasi besar-besaran setelah menu spageti yang disajikan di kawasan Pondok Kelapa, Jakarta Timur, diduga kuat menjadi pemicu keracunan massal yang menimpa puluhan pelajar.
Senyum ceria para siswa saat menyantap menu spageti dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) berubah menjadi kepanikan. Sebanyak 72 siswa dari empat sekolah di Pondok Kelapa, Duren Sawit, dilaporkan mengalami gejala keracunan hebat pada Sabtu (4/4/2026). Hingga Minggu sore, sekitar 50 siswa di antaranya masih harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan bahwa pihaknya tidak tinggal diam. Tim investigasi yang terdiri dari Kepala Satuan Pelayanan Gizi (SPPG), Korwil, hingga Kepala Regional telah dikerahkan ke lapangan.
“Kami sudah mengecek dan saya pribadi juga akan turun langsung. Terkait sanksi atau suspend untuk penyedia jasa, kami akan lihat perkembangan hasil pemeriksaan menyeluruh nanti,” tegas Nanik, Minggu (5/4/2026).
Empat Sekolah Terpapar, Tiga RS Siaga
Gelombang pasien pelajar ini memadati tiga rumah sakit rujukan, yaitu RSKD Duren Sawit, RSKD Pondok Kopi, dan RS Harum. Para korban diketahui berasal dari empat sekolah berbeda:
-
SMAN 91 Jakarta
-
SDN Pondok Kelapa 01
-
SDN Pondok Kelapa 07
-
SDN Pondok Kelapa 09
Pramono Anung: Tunggu Hasil Laboratorium
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, pun bergerak cepat meninjau kondisi para korban di RSKD Duren Sawit. Ia memastikan seluruh biaya dan penanganan medis berjalan optimal. Meski kecurigaan kuat mengarah pada menu spageti yang dipasok oleh SPPG Pondok Kelapa Dua, Pramono meminta semua pihak menahan diri dari spekulasi liar.
“Dugaan awal memang dari spagetinya. Tapi saya tidak mau berandai-andai. Kita tunggu hasil laboratorium yang akan disampaikan secara terbuka kepada publik,” ujar Pramono di lokasi.
Kasus ini menjadi tamparan keras bagi pelaksanaan program MBG di ibu kota. Masyarakat kini mendesak BGN untuk memperketat pengawasan rantai pasokan makanan, mulai dari pemilihan bahan baku hingga proses distribusi, agar tujuan mulia memberikan nutrisi bagi anak bangsa tidak kembali berubah menjadi ancaman kesehatan.