JAKARTA — Melakukan diet memang tidak segampang dan sesederhana itu. Ada banyak faktor yang menentukan seberapa efektif program diet seseorang, mulai dari gaya hidup hingga kebiasaan tidur. Faktor-faktor tersebutlah yang tidak diketahui hingga menghambat progres diet seseorang.
Berikut uraian lengkap mengenai faktor-faktor yang dapat memengaruhi progres diet, dilansir dari Hellosehat:
1. Aktivitas Fisik
Olahraga memang penting, tetapi tidak menjamin hasil yang sama bagi setiap orang. Dua orang yang sama-sama berolahraga tiga kali seminggu bisa mengalami penurunan berat badan yang berbeda, tergantung pada durasi, intensitas, dan jenis latihan yang dilakukan. Itulah mengapa aktivitas fisik saja tidak bisa menjadi satu-satunya penentu kecepatan penurunan berat badan.
2. Laju Metabolisme
Metabolisme berperan menyediakan energi bagi tubuh untuk beraktivitas. Karena setiap orang memiliki laju metabolisme yang berbeda, hasil diet pun tidak akan selalu sama. Seseorang dengan metabolisme lebih cepat cenderung membakar kalori lebih efisien dibandingkan orang lain meski menjalani pola makan yang serupa.
3. Kesalahan Saat Berdiet
Idealnya, seseorang perlu mengurangi asupan kalori sebanyak 500 hingga 1.000 kkal per hari untuk menurunkan berat badan secara bertahap. Namun, tidak semua orang mampu konsisten menjalankannya. Kesalahan umum yang sering terjadi adalah tetap mengonsumsi minuman tinggi kalori, seperti minuman bersoda atau kopi susu manis, yang tanpa disadari menggagalkan program diet.
4. Terlalu Banyak Memangkas Kalori
Memangkas kalori secara drastis hingga 1.400 kkal per hari memang bisa menurunkan berat badan dengan cepat, tetapi hasilnya tidak bertahan lama. Kondisi ini justru berisiko memicu diet yo-yo, yakni kondisi di mana berat badan kembali naik setelah program diet dihentikan.
5. Jenis dan Porsi Makan yang Tidak Tepat
Sebagian orang keliru beranggapan bahwa makanan sehat boleh dikonsumsi dalam jumlah bebas. Padahal, makanan seperti alpukat dan minyak zaitun, meski dianjurkan dalam pola makan sehat, tetap mengandung kalori yang cukup tinggi. Mengonsumsinya secara berlebihan, misalnya dalam salad, tetap dapat menghambat penurunan berat badan.
6. Stres
Saat mengalami stres, otak melepaskan hormon adrenalin dan tubuh mengalami lonjakan kortisol. Kondisi ini mendorong tubuh untuk menyimpan lebih banyak energi dalam bentuk kalori sekaligus memicu keinginan makan berlebihan. Akibatnya, program diet yang sedang dijalani bisa terganggu meski pola makan sudah diatur sedemikian rupa.
7. Kurang Tidur
Tidur yang tidak cukup ternyata juga berpengaruh terhadap keberhasilan diet. Kurang tidur dapat mengganggu pelepasan hormon dan zat kimia di otak yang mengatur nafsu makan. Sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Sleep mengungkapkan bahwa orang yang kurang tidur cenderung makan lebih banyak dan memiliki risiko obesitas yang lebih tinggi.
Rekomendasi Jam Makan untuk Diet
Waktu makan ternyata tidak kalah penting dari apa yang dimakan. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa makan siang terlalu siang, yakni setelah pukul 15.00, cenderung menghasilkan penurunan berat badan yang lebih sedikit dibandingkan makan lebih awal. Studi lain menemukan bahwa membatasi waktu makan antara pukul 06.00 hingga 19.00 dapat mengurangi total asupan kalori hingga 244 kkal per hari, yang artinya puasa dalam durasi lebih panjang di malam hari turut membantu proses penurunan berat badan.
Berikut panduan waktu makan yang direkomendasikan, dilansir dari Halodoc:
- Sarapan idealnya dilakukan antara pukul 06.00 hingga 08.00 atau segera setelah bangun tidur. Sarapan membantu mengaktifkan metabolisme dan memberikan energi untuk memulai aktivitas harian.
- Camilan pagi bersifat opsional. Jika merasa lapar di antara sarapan dan makan siang, konsumsilah camilan sehat sekitar pukul 10.00 hingga 11.00.
- Makan siang sebaiknya dilakukan antara pukul 11.00 hingga 13.00, atau sekitar empat hingga lima jam setelah sarapan, untuk menjaga kestabilan energi sepanjang hari.
- Camilan sore juga opsional. Jika masih terasa lapar setelah makan siang, camilan sehat dapat dinikmati sekitar pukul 15.00 hingga 16.00.
- Makan malam sebaiknya tidak dilakukan lebih dari pukul 19.00, atau paling tidak dua hingga tiga jam sebelum tidur. Makan terlalu dekat dengan waktu tidur berisiko memicu penumpukan lemak karena tubuh tidak memiliki cukup waktu untuk membakar kalori yang masuk. (ACH)