JAKARTA – Wakikl Presiden Amerika Serikat (AS), JD Vance menegaskan bahwa Lebanon tidak termasuk dalam pernjanjian gencatan senjata antar AS dan Iran. Ia menyebut hal tersebut sebagai sebuah “kesalahpahaman”.
Donald Trump sebelumnya juga menekankan bahwa situasi di Lebanon merupakan “konflik terpisah” karena melibatkan gerakan Hizbullah. “Saya pikir ini berasal dari kesalahpahaman yang sah. Saya pikir Iran mengira gencatan senjata itu termasuk Lebanon, padahal tidak. Kami tidak pernah membuat janji itu. Kami tidak pernah mengindikasikan bahwa itu akan terjadi. Yang kami katakan adalah bahwa gencatan senjata akan difokuskan pada Iran dan sekutu Amerika, baik Israel maupun negara-negara Arab Teluk,” ujar Vance dilansir dari Sputnik, Kamis (9/4/2026).
Pada hari yang sama, Pasukan Pertahanan Israel mengumumkan serangan terbesar terhadap target Hizbullah di Lebanon sejak eskalasi terbaru. Sementara itu, Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif sempat menyatakan bahwa gencatan senjata mencakup Lebanon.
Di sisi lain, kantor berita Iran Tasnim melaporkan bahwa Teheran dapat menarik diri dari kesepakatan jika Israel terus menyerang Lebanon. Kantor berita Fars menambahkan, Iran telah menangguhkan lalu lintas kapal tanker melalui Selat Hormuz sebagai respons atas serangan tersebut.