Kabar mengejutkan datang dari Rio de Janeiro, Brasil. Ikon bersejarah Velodrome Olimpiade, yang menjadi saksi bisu kemegahan Olimpiade 2016, kembali dilalap si jago merah pada Rabu (8/4/2026) pagi. Video yang beredar memperlihatkan pemandangan dramatis saat api menghanguskan bagian atap stadion, meninggalkan kerangka hitam yang kontras dengan langit fajar.
Si jago merah kembali mendatangi Velodrome Olimpiade Rio de Janeiro. Dalam insiden yang terjadi pada Rabu dini hari (8/4/2026), api dilaporkan menghanguskan seluruh bagian atap stadion yang ikonik tersebut. Sekitar 80 petugas pemadam kebakaran dan 20 truk dikerahkan ke lokasi sejak pukul 04.17 pagi waktu setempat untuk menjinakkan kobaran api yang kian membesar.
Beruntung, respons cepat petugas berhasil mencegah api merembet ke kompleks olahraga lainnya. Pihak berwenang juga mengonfirmasi bahwa tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini.
Lintasan Balap Selamat dari Maut
Meskipun pemandangan dari luar tampak mengerikan dengan kondisi atap yang gosong, Wali Kota Rio de Janeiro, Eduardo Cavaliere, membawa kabar baik. Setelah peninjauan singkat, ditemukan bahwa lintasan balap sepeda di dalam stadion sama sekali tidak mengalami kerusakan fisik.
“Kondisi lintasan masih utuh dan terawat. Namun, tentu saja area tersebut butuh pembersihan total dan perawatan intensif sebelum kita bisa mengoperasikannya kembali,” ungkap Cavaliere optimis.
Bukan Kebakaran yang Pertama
Insiden ini seolah mengulang luka lama. Pada tahun 2017, bagian atap Velodrome ini juga pernah terbakar hebat. Stadion yang dikelola pemerintah kota ini bukan sekadar arena olahraga; di dalamnya terdapat Museum Olimpiade yang menyimpan artefak tak ternilai, mulai dari medali asli hingga obor sejarah Olimpiade 2016.
Hingga kini, pihak kepolisian dan pemadam kebakaran masih menyelidiki penyebab pasti munculnya titik api di bagian atap. Meski koleksi museum dilaporkan aman, peristiwa ini memicu pertanyaan publik mengenai sistem keamanan dan pemeliharaan gedung bersejarah tersebut agar tidak terus menjadi langganan kebakaran di masa depan.