Ketegangan sempat menyelimuti Stasiun MRT Lebak Bulus saat jam pulang kantor, Kamis (9/4/2026). Akibat padamnya aliran listrik secara mendadak, sebanyak 10 orang penumpang terjebak di dalam lift yang tertahan di tengah lintasan. Aksi penyelamatan dramatis pun dilakukan petugas pemadam kebakaran untuk mengeluarkan mereka dari ruang sempit tersebut.
Kepanikan melanda area downtrack Stasiun MRT Lebak Bulus saat pasokan listrik dari sisi PLN tiba-tiba terputus sekitar pukul 17.58 WIB. Insiden blackout ini menyebabkan lift stasiun mati mendadak, mengurung 10 penumpang di dalamnya dalam kondisi gelap dan sirkulasi udara yang terbatas.
Kepala Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Selatan, Asril Rizal, mengonfirmasi bahwa pihaknya menerima laporan darurat pada pukul 18.16 WIB setelah upaya evakuasi mandiri oleh pihak stasiun menemui jalan buntu.
Oksigen dan Air Mineral Lewat Celah Pintu
Sebelum petugas pemadam kebakaran tiba, petugas keamanan stasiun sempat melakukan aksi cepat tanggap. Dalam video yang beredar, terlihat dua petugas sekuat tenaga menahan pintu lift agar tetap sedikit terbuka. Celah sempit itu dimanfaatkan untuk mengarahkan kipas angin guna menjaga sirkulasi udara serta menyalurkan air mineral kepada para penumpang yang mulai merasa lemas dan cemas.
“Upaya evakuasi awal terkendala karena tidak adanya suplai listrik sama sekali,” jelas Asril.
Setelah tim penyelamat dari Satgas Pejaten Timur tiba, diputuskan untuk melakukan tindakan ekstrem demi keselamatan nyawa. Dengan persetujuan Manajer Stasiun, delapan personel Damkar melakukan aksi buka paksa pintu lift secara manual.
Ketegangan akhirnya berakhir pada pukul 18.40 WIB saat satu per satu dari 10 penumpang berhasil dikeluarkan. Beruntung, meski sempat syok, seluruh korban dinyatakan selamat tanpa mengalami luka fisik.
Pihak PT MRT Jakarta menjelaskan bahwa insiden ini merupakan dampak dari gangguan pasokan listrik PLN di area CSW. Tidak hanya lift (elevator), fasilitas lain seperti eskalator dan penerangan di sejumlah stasiun layang juga sempat lumpuh total sore tadi.
“Keselamatan pelanggan tetap menjadi prioritas utama kami,” tutur Kepala Divisi Corporate Secretary PT MRT Jakarta, Rendy Primartantyo, sembari menyampaikan permohonan maaf atas insiden tersebut.