Kecepatan dan ketangguhan Desak Made Rita Kusuma Dewi benar-benar menjadi momok bagi para pesaingnya di Meishan, China. Pada laga final World Climbing Asia Championship 2026 di nomor speed yang berlangsung Kamis (9/4/2026), atlet asal Bali ini sukses membungkam wakil tuan rumah, Zhou Yafei, dalam duel perebutan medali emas nomor speed putri yang sangat menegangkan.
Desak Made melesat bak kilat dengan catatan waktu fantastis 6,078 detik, meninggalkan Zhou Yafei yang harus puas dengan medali perak setelah mencatatkan waktu 6,477 detik. Kemenangan ini memastikan lagu Indonesia Raya berkumandang gagah di markas lawan.
Perjalanan Mulus Menuju Podium Tertinggi
Desak Made tampil dominan dan sangat tenang sepanjang turnamen. Berikut adalah jejak langkah sang juara:
-
Babak 16 Besar: Menundukkan wakil Korea Selatan dengan waktu 6,762 detik.
-
Perempat Final: Memenangkan “perang saudara” melawan rekan senegara, Berthdigna Devi Surya Kusuma.
-
Semifinal: Menghentikan perlawanan jagoan tuan rumah lainnya, Qin Yumei.
“Saya hanya mencoba melakukan yang terbaik. Venue-nya bagus, saya bisa memanjat dengan enjoy dan memberikan performa maksimal saya,” ungkap Desak Made dengan penuh rasa syukur usai laga.
Kabar membanggakan juga datang dari sektor speed putra. Meskipun sempat terpeleset di babak semifinal saat menghadapi Chu Shouhong, Veddriq Leonardo tetap menunjukkan mental juaranya dengan berhasil mengamankan peringkat ketiga dan membawa pulang medali perunggu bagi Indonesia.