JAKARTA – Arsenal akhirnya memastikan diri sebagai juara Liga Inggris 2025-2026 setelah hasil imbang Manchester City melawan Bournemouth membuat posisi mereka tak terkejar, mengakhiri penantian panjang selama 22 tahun.
Kesuksesan ini menjadi momen emosional bagi Declan Rice yang langsung mencuri perhatian setelah secara terbuka menyebut Bukayo Saka sebagai pemain terbaik yang pernah bermain bersamanya di Arsenal.
Dalam wawancara singkat, Rice tanpa ragu menjatuhkan pilihannya kepada Saka, pemain yang juga menjadi rekan setimnya di tim nasional Inggris.
“Jika harus memilih satu pemain, saya akan mengatakan Saka,” ujar Rice kepada TNT Sports seperti dilansir Metro, Minggu (24/5/2026).
Performa Saka memang menjadi salah satu kunci kebangkitan Arsenal musim ini bersama Rice, dengan keduanya tampil konsisten dan berpengaruh besar dalam perjalanan menuju gelar juara.
Di sisi lain, Saka juga memberikan apresiasi tinggi kepada manajer Mikel Arteta yang dinilai sebagai sosok sentral di balik transformasi besar Arsenal dalam beberapa tahun terakhir.
“Kepercayaan yang dia berikan sejak awal dan cara dia mengubah klub ini luar biasa,” kata Saka kepada Sky Sports.
Saka menilai kerja keras Arteta sering tidak terlihat publik, namun berdampak besar dalam membangun mental dan kualitas tim hingga mampu bersaing di level tertinggi.
Ia juga mengungkapkan momen personal saat Rice bergabung dari West Ham, yang menurutnya menjadi titik penting dalam peningkatan kualitas skuad Arsenal.
“Saya bahkan sempat meneleponnya dan berterima kasih karena kami butuh pemain seperti dia,” ujar Saka.
Rice sendiri mengakui keputusan bergabung dengan Arsenal pada 2023 merupakan langkah terbaik dalam kariernya, terutama setelah diyakinkan langsung oleh Arteta.
“Dia menatap mata saya, menjelaskan rencananya, dan semua yang dia katakan terbukti,” kata Rice.
Gelandang timnas Inggris itu juga menegaskan bahwa meraih trofi bersama Arsenal memiliki makna yang jauh lebih dalam dibanding pencapaian lainnya.
Menurutnya, perjalanan panjang klub dengan skuad muda yang terus berkembang membuat gelar ini terasa spesial dan emosional.
Kini Arsenal masih menyisakan satu laga kontra Crystal Palace sebelum mengalihkan fokus penuh ke final Liga Champions menghadapi Paris Saint-Germain pada 30 Mei mendatang.
Dengan momentum kuat dan kepercayaan diri tinggi, The Gunners berpeluang menutup musim dengan gelar ganda yang akan semakin mengukuhkan era baru di bawah Mikel Arteta.***