JAKARTA – Los Angeles Lakers memasuki fase krusial menuju musim NBA 2026-2027 dengan sejumlah keputusan besar yang akan menentukan arah masa depan tim.
Fokus utama tertuju pada upaya mempertahankan dua pemain penting, yakni LeBron James dan Austin Reaves, demi menjaga daya saing tim yang kini dipimpin oleh Luka Doncic.
Situasi ini menjadi unik karena untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir, LeBron tidak lagi menjadi pusat utama permainan Lakers.
Mengutip laporan Fadeaway World, Minggu (24/5/2026), peran LeBron kini bergeser menjadi opsi ketiga dalam skema tim, sehingga pengaruhnya terhadap kebijakan internal klub tidak lagi sebesar sebelumnya.
Perubahan dinamika ini diyakini mulai terasa sejak keputusan kontroversial mendatangkan Russell Westbrook beberapa musim lalu.
Transfer tersebut secara luas dianggap sebagai salah satu keputusan paling gagal dalam dekade 2020-an karena tidak memberikan dampak positif bagi performa tim.
Jurnalis The Athletic, Jovan Buha, mengungkapkan bahwa sejak momen itu hubungan antara LeBron dan manajemen Lakers tidak pernah benar-benar kembali normal.
“Saya rasa situasinya tidak pernah benar-benar sama setelah transfer Westbrook, dan sejak itu dinamika hubungan mereka terus naik turun dari musim ke musim,” ujar Buha.
Keputusan mendatangkan Westbrook juga membuat Lakers kehilangan sejumlah pemain peran penting seperti Kentavious Caldwell-Pope dan Kyle Kuzma.
Dampaknya langsung terasa ketika Lakers hanya mencatatkan rekor 33-49 dan gagal lolos ke playoff NBA 2022.
Performa tim sempat stagnan hingga akhirnya Westbrook dilepas pada batas waktu transfer 2023, yang kemudian diikuti peningkatan signifikan dengan catatan 18-9 di akhir musim.
Meski demikian, perdebatan soal siapa yang bertanggung jawab atas transfer tersebut masih berlangsung hingga kini.
Sebagian pihak menilai langkah itu diambil atas dorongan LeBron, sementara lainnya meyakini keputusan berasal dari manajemen dengan persetujuan sang bintang.
Yang jelas, keputusan tersebut berdampak besar terhadap perjalanan karier LeBron di Lakers, termasuk hilangnya masa emas dan aset tim yang tidak bisa dikembalikan.
Kini, Lakers dikabarkan siap menawarkan kontrak baru kepada LeBron dengan nilai sekitar 30 juta dolar AS atau setara Rp486 miliar per musim.
Nilai tersebut dinilai kompetitif mengingat tim pesaing seperti Golden State Warriors dan Cleveland Cavaliers diperkirakan hanya mampu menawarkan kontrak sekitar 15 juta dolar AS atau sekitar Rp243 miliar.
Dengan ambisi meraih gelar dalam waktu dekat bersama Doncic, mempertahankan LeBron dinilai sebagai langkah paling rasional bagi Lakers.
Menjadikan kegagalan transfer lima tahun lalu sebagai penghalang kerja sama dinilai tidak lagi relevan bagi kedua belah pihak.***