LOMBOK TENGAH – Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid kini menunjukkan wajah baru yang lebih modern dan ramah pengguna, seiring berbagai pembenahan yang dilakukan pengelola untuk meningkatkan kenyamanan penumpang.
Perubahan ini tidak hanya terlihat secara fisik, tetapi juga menyentuh aspek pelayanan yang semakin optimal bagi masyarakat pengguna jasa transportasi udara di Lombok.
Anggota Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI, Desy Ratnasari, mengungkapkan apresiasinya terhadap berbagai peningkatan yang terjadi saat melakukan kunjungan kerja spesifik di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid.
Ia menilai bahwa transformasi yang dilakukan pengelola bandara mencerminkan keseriusan dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di sektor transportasi udara.
“Banyak sekali perubahan yang saya rasakan dibandingkan kunjungan sebelumnya, mulai dari pembangunan lounge, penataan area pelayanan, hingga peningkatan kenyamanan pada proses check-in, kedatangan, dan keberangkatan.”
“Ini menunjukkan adanya improvement yang sangat baik dan dilakukan secara serius oleh pengelola bandara,” ujar Desy dikutip dari Parlementaria, Jumat (10/04/2026).
Menurutnya, kemajuan tersebut tidak semata pada pembangunan fasilitas fisik, melainkan juga menciptakan pengalaman baru yang lebih menyenangkan bagi pengguna jasa bandara.
Bandara, lanjutnya, memiliki peran strategis sebagai pintu gerbang utama daerah yang mencerminkan citra sebuah destinasi di mata pengunjung.
“Menurut saya, ini penting karena bandara adalah wajah daerah.”
“Ketika orang datang dan merasa nyaman, aman, serta dilayani dengan baik, itu akan menjadi pengalaman yang membekas dan mendorong mereka untuk kembali lagi ke Lombok,” jelas Politisi Fraksi PAN ini.
Desy juga menyoroti bahwa peningkatan kualitas pelayanan di bandara tersebut turut dibuktikan dengan berbagai penghargaan yang berhasil diraih sebagai indikator keberhasilan transformasi layanan publik.
Ia menilai capaian tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan bandara telah berjalan sesuai arah yang tepat dalam memenuhi standar pelayanan yang semakin tinggi.
Selain itu, ia menekankan pentingnya konsistensi dalam menerapkan nilai pelayanan prima yang berorientasi pada kepuasan pengguna jasa.
Tagline “melayani dengan sepenuh hati” menurutnya harus diwujudkan secara nyata dalam sikap dan perilaku seluruh sumber daya manusia yang terlibat di bandara.
Pelayanan yang mengedepankan ketulusan tanpa membedakan latar belakang penumpang dinilai menjadi kunci utama dalam menciptakan pengalaman terbaik.
“Kalau melayani dengan hati, pasti hasilnya akan berbeda. Tidak membeda-bedakan, baik itu wisatawan domestik maupun mancanegara, VIP maupun non-VIP.”
“Ini yang harus terus dijaga dan ditingkatkan agar kualitas layanan di bandara semakin optimal,” tutupnya.***