JAKARTA – Perdana Menteri Yunani, Kyriakos Mitsotakis, menyampaikan kekhawatiran serius atas ofensif Israel di Lebanon yang dinilainya tidak efektif dan berpotensi memperburuk krisis kemanusiaan.
Dilansir dari Anadolu, Jumat (10/4/2026), Mitsotakis menegaskan, “Bagi saya sangat jelas bahwa ofensif Israel di Lebanon saat ini sepenuhnya kontraproduktif.”
Ia menambahkan bahwa serangan tersebut justru memberi peluang bagi Hizbullah untuk kembali bangkit. “Satu-satunya hal yang dicapai Israel adalah memberi Hizbullah, yang sebenarnya sudah sangat melemah, kesempatan baru untuk bangkit,” ujarnya.
Mitsotakis menekankan bahwa meski Yunani memiliki kemitraan strategis dengan Israel, “teman harus mengatakan kebenaran kepada teman.”
Sementara itu, Amerika Serikat dan Iran sebelumnya mengumumkan gencatan senjata dua pekan yang mencakup Lebanon, meski Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu menyatakan sebaliknya. Hizbullah disebut mematuhi gencatan senjata, namun serangan Israel masih berlanjut.
Militer Israel melancarkan gelombang serangan mematikan di Lebanon pada Rabu, menewaskan sedikitnya 254 orang dan melukai 1.165 lainnya, menurut Pertahanan Sipil Lebanon. Sejak serangan lintas batas Hizbullah pada 2 Maret, Israel terus melakukan operasi udara dan darat di Lebanon selatan, meski gencatan senjata telah berlaku sejak November 2024.