Kabar menyejukkan datang di tengah memanasnya suhu politik di Timur Tengah. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia resmi mengumumkan bahwa Indonesia telah berhasil melewati “masa kritis” pasokan energi. Berkat langkah taktis pemerintah, stok BBM dan LPG nasional kini berada dalam posisi yang sangat aman.
Indonesia akhirnya bisa bernapas lega. Di tengah ketegangan geopolitik yang sempat menahan kapal tanker Pertamina di Teluk Arab, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memastikan bahwa ketahanan energi nasional kini sudah keluar dari zona bahaya.
“Saya ingin menyampaikan bahwa masa kritis kita terhadap dinamika global untuk BBM, alhamdulillah kita sudah lewat,” tegas Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (10/4/2026).
Cadangan Melimpah dari Karimun
Stok operasional BBM nasional saat ini dilaporkan bertahan untuk 21 hingga 25 hari, sementara LPG terjaga stabil di atas 10 hari. Angka ini diprediksi akan terus merangkak naik menuju target ambisius 30 hari.
Kuncinya ada pada optimalisasi tangki penyimpanan (storage) di Karimun, Kepulauan Riau. Tambahan cadangan dari Karimun menyumbang sekitar 7 hari pasokan ekstra. Tak berhenti di situ, pemerintah juga sudah menjadwalkan pembangunan storage minyak mentah baru pada Mei 2026 mendatang demi memperkuat benteng energi nasional.
Bagi masyarakat luas, kepastian harga adalah yang utama. Bahlil menegaskan kembali komitmen pemerintah untuk tidak menaikkan harga BBM subsidi (Pertalite di Rp10.000/liter dan Solar di Rp6.800/liter).
Sementara itu, untuk BBM non-subsidi seperti Pertamax, pemerintah bersama Pertamina dan operator swasta masih terus melakukan pembahasan intensif. Hingga saat ini, harga Pertamax terpantau masih stabil di angka Rp12.300 per liter.
Sebagai langkah antisipasi jangka panjang, pemerintah telah sukses melakukan diversifikasi sumber impor minyak mentah. Indonesia kini mulai beralih ke pemasok dari Amerika, Nigeria, hingga Brasil. Strategi ini terbukti ampuh meredam kekhawatiran pasar saat jalur pasokan di Teluk Arab sempat terganggu.
“Kami minta masyarakat tetap bijak menggunakan BBM dan LPG, meski kondisi stok kita saat ini sangat aman,” pungkas Bahlil.