JAKARTA – NASA merayakan keberhasilan misi Artemis II pada Jumat malam setelah empat astronot kembali ke Bumi dengan selamat usai menyelesaikan penerbangan lintas Bulan pertama dalam lebih dari setengah abad.
Pesawat ruang angkasa Orion mendarat mulus di lepas pantai California, menandai berakhirnya uji coba berawak yang menghasilkan gambar spektakuler Bulan.
“Sungguh perjalanan yang luar biasa,” kata komandan misi Reid Wiseman, yang memastikan seluruh kru — Christina Koch, Victor Glover, dan Jeremy Hansen — dalam kondisi sehat dan stabil, dilansir dari Hurriyet Daily News, Sabtu (11/4/2026). Rob Navias, juru bicara NASA, menambahkan, “Mereka dalam kondisi sangat baik, itu artinya.”
Momen kepulangan sempat menegangkan akibat pemadaman komunikasi saat kapsul memasuki atmosfer, tapi suara Wiseman segera memicu kelegaan di pusat kendali Houston. Setelah dievakuasi dengan helikopter ke kapal penyelamat dekat San Diego, keempat astronot terbukti mampu berjalan tanpa bantuan. Administrator NASA Jared Isaacman menyebut misi ini sebagai “misi yang sempurna” dan menegaskan, “Kita kembali terjun ke bisnis mengirim astronot ke Bulan, dan ini baru permulaan.”
Artemis II berlangsung selama sembilan hari lebih, dengan jarak tempuh 406.771 kilometer dari Bumi. Kru mencatat sejarah: Glover menjadi orang kulit berwarna pertama yang mengelilingi Bulan, Koch wanita pertama, dan Hansen orang non-Amerika pertama. Mereka juga menyaksikan gerhana matahari serta tumbukan meteorit di permukaan Bulan.
Presiden AS Donald Trump memuji perjalanan itu sebagai “spektakuler” dan menulis di media sosial, “Langkah selanjutnya, Mars!”
NASA menargetkan pendaratan manusia di Bulan pada 2028, meski sejumlah ahli meragukan kesiapan wahana pendarat dari SpaceX dan Blue Origin. Sementara itu, Tiongkok menargetkan tahun 2030 untuk mengirim astronot ke Bulan.
Artemis II kini dipandang sebagai tonggak penting yang membangkitkan kembali kepercayaan diri Amerika dalam eksplorasi ruang angkasa. Astronom Derek Buzasi menyebut misi ini “kesuksesan yang hampir sempurna” dan menegaskan keyakinan baru terhadap langkah berikutnya: menetap di Bulan.