JAKARTA – Gedung putih menolak mengungkapkan estimasi biaya agresi Amerika Serikat terhadap Iran kepada para anggota parlemen.
Direktur Anggaran Gedung Putih, Russell Vought, menyatakan angka-angka tersebut “berfluktuasi” dan sulit untuk dinilai.
“Saya tidak ingin memberikan penilaian apa pun saat ini,” ujarnya ketika ditanya mengenai laporan bahwa konflik itu mungkin telah menelan biaya puluhan miliar dolar, dilansir Sputnik, Jumat (17/4/2026).
Sejumlah senator memperkirakan perang tersebut bisa menelan biaya hingga 10 miliar dolar per minggu. Pemerintah sendiri tengah menyiapkan permintaan tambahan dana pertahanan.
Para kritikus menuding pejabat berupaya “menyembunyikan” besarnya pengeluaran, sementara utang nasional AS terus meningkat.