JAKARTA – Shai Gilgeous-Alexander menutup musim NBA 2025-2026 dengan catatan luar biasa yang menempatkannya sejajar dengan legenda basket Michael Jordan dalam rekor skor langka yang belum pernah disentuh guard lain sepanjang sejarah liga.
Pebasket andalan Oklahoma City Thunder itu menjadi satu-satunya guard selain Jordan yang mampu mencetak rata-rata minimal 30 poin dengan akurasi tembakan 50 persen selama empat musim beruntun.
Pencapaian ini dikonfirmasi langsung oleh NBA, sekaligus menegaskan status Gilgeous-Alexander sebagai salah satu pemain paling efisien dan konsisten di era modern.
Mengutip laporan Air Jordan Chronicles, Selasa (21/4/2026) sepanjang musim ini, pemain berusia 27 tahun tersebut tampil dalam 68 pertandingan dengan torehan rata-rata 31,1 poin per gim serta persentase tembakan mencapai 55 persen.
Kontribusi impresifnya membawa Thunder mengakhiri musim reguler dengan rekor 64 kemenangan dan 18 kekalahan, sekaligus mengamankan posisi unggulan teratas di Wilayah Barat.
Catatan empat musim beruntun tersebut menyamai periode emas yang pernah dicapai Michael Jordan bersama Chicago Bulls pada masa kejayaannya.
Meski demikian, Jordan masih memegang rekor tertinggi dengan lima musim berturut-turut mencatatkan kombinasi angka tersebut.
Tak hanya itu, Jordan juga mencatat tujuh musim beruntun dengan rata-rata lebih dari 30 poin per gim, sebuah rekor yang masih terbuka untuk dikejar Gilgeous-Alexander mengingat usianya yang masih berada di puncak karier.
Keunggulan utama Gilgeous-Alexander terletak pada efisiensi permainan yang membuatnya berbeda dibandingkan banyak pemain lain di generasinya.
Dalam sistem permainan Thunder yang mengedepankan pertahanan kolektif dan pergerakan bola yang disiplin, ia tetap mampu meningkatkan produktivitas individu tanpa mengorbankan performa tim.
Akurasi tembakannya mencerminkan kualitas peluang yang diambil, bukan sekadar volume tembakan tinggi, sementara kemampuannya mendapatkan kontak saat penetrasi menjadi senjata tambahan yang juga menjadi ciri khas permainan Michael Jordan.
Di sisi lain, performa konsistennya turut mengantarkannya masuk dalam daftar finalis penghargaan bergengsi NBA musim ini.
NBA mengumumkan pada 19 April bahwa Gilgeous-Alexander masuk dalam dua kategori sekaligus, yakni Most Valuable Player (MVP) dan Clutch Player of the Year.
Ia kembali menjadi kandidat MVP untuk ketiga kalinya secara beruntun, bersaing dengan Nikola Jokic dan Victor Wembanyama.
Jika berhasil meraih penghargaan tersebut, ia akan menjadi pemain ke-14 dalam sejarah NBA yang mampu memenangkan MVP secara beruntun, bergabung dengan nama-nama besar seperti Giannis Antetokounmpo, Stephen Curry, dan LeBron James.
Sementara itu, Nikola Jokic mencatatkan musim fenomenal dengan rata-rata 27,7 poin, 12,9 rebound, dan 10,7 assist, bahkan menjadi pemain pertama dalam sejarah NBA yang memimpin liga dalam rebound dan assist dalam satu musim.
Victor Wembanyama juga tampil gemilang dengan rata-rata 25 poin, 11,5 rebound, serta 3,1 blok per gim, sekaligus dinobatkan sebagai Defensive Player of the Year termuda dalam sejarah.
Dalam kategori Clutch Player of the Year, Gilgeous-Alexander bersaing dengan Anthony Edwards dan Jamal Murray setelah mencatat total 175 poin krusial sepanjang musim.
Pemenang penghargaan Clutch Player of the Year dijadwalkan akan diumumkan pada Selasa waktu setempat.***