JAKARTA – Keputusan mengejutkan datang dari klub raksasa Belanda Feyenoord yang memastikan akan berpisah dengan Raheem Sterling pada akhir musim kompetisi tahun ini.
Kabar hengkangnya Sterling dari Feyenoord menjadi sorotan karena pemain berusia 31 tahun tersebut sebelumnya didatangkan dengan ekspektasi tinggi dan nilai kontrak besar.
Namun realitas di lapangan berbicara lain karena performa Sterling sepanjang musim dinilai belum mampu memenuhi harapan manajemen maupun publik Rotterdam.
Minimnya kontribusi sang winger terlihat dari catatan waktu bermain yang hanya mencapai 333 menit selama berlangsungnya kompetisi Eredivisie musim ini.
Situasi semakin memburuk setelah Sterling mendapat kritik tajam usai hasil imbang tanpa gol melawan FC Volendam dalam laga yang dinilai mengecewakan.
Penampilan dalam pertandingan tersebut bahkan disebut membuat pelatih kepala Robin van Persie merasa frustrasi terhadap kontribusi pemain asal Inggris itu.
Meski sebelumnya Van Persie sempat mengusulkan perpanjangan kontrak, manajemen Feyenoord akhirnya tetap mengambil keputusan tegas untuk tidak melanjutkan kerja sama.
Keputusan tersebut diambil setelah evaluasi menyeluruh yang menilai Sterling belum mampu memberikan dampak signifikan bagi performa tim sepanjang musim.
“Kami harus terus memperbaiki diri. Yang terpenting adalah memenangi pertandingan. Saya menghargai dari mana dia datang, tetapi di saat bersamaan saya juga harus menghormati keputusan klub,” ujar Van Persie.
Faktor adaptasi juga menjadi kendala karena Sterling disebut masih kesulitan menemukan kembali ritme permainan terbaiknya setelah lama tidak tampil reguler saat berkarier di London.
Meski demikian, beberapa laga tersisa sebelum akhir musim masih membuka peluang bagi Sterling untuk memperbaiki kesan terakhirnya bersama Feyenoord.
Perpisahan resmi antara kedua pihak dijadwalkan terjadi setelah kompetisi Eredivisie berakhir pada Mei mendatang.***