Perjuangan melawan si jago merah di lahan pembuangan sampah Jalan Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, memakan waktu yang tidak sebentar. Sejak dilaporkan terbakar pada Kamis (23/4/2026) pukul 03.38 WIB dini hari, api baru berhasil dijinakkan total sekitar 12 jam kemudian.
Sebanyak 8 armada pemadam kebakaran dan 40 personel dikerahkan ke lokasi untuk memutus perambatan api yang terus meluas di tumpukan material mudah terbakar tersebut.
Proses Pendinginan yang Alot
Meski kobaran api besar sudah menghilang sejak pukul 12.00 WIB, tugas petugas Dinas Gulkarmat Jakarta belum usai. Hingga sore hari, petugas masih terus melakukan proses pendinginan guna memastikan tidak ada bara yang tersembunyi di balik gunungan sampah.
“Api besarnya sudah padam, tapi sampai sekarang tumpukan sampahnya masih dikerok. Bagian bawahnya masih ada semacam arang yang berisiko menyulut api kembali,” ungkap Kanit Reskrim Polsek Kelapa Gading, AKP Kiki Tanlim.
Cuaca Panas Jadi Tantangan
Tantangan terbesar dalam kebakaran sampah adalah sifat material yang menyimpan panas di lapisan dalam. Petugas harus mengurai satu per satu tumpukan sampah untuk disemprot air secara mendalam. Cuaca ekstrem yang melanda Jakarta hari ini turut memperparah kondisi di lapangan, membuat material kering sangat rentan terbakar ulang.
“Kerja kami harus sampai tuntas. Kami urai satu per satu tumpukan yang berpotensi menimbulkan penyalaan kembali, apalagi cuaca sekarang lagi panas-panasnya,” ujar petugas Command Center Gulkarmat.
Beruntung, meski asap sempat masuk ke permukiman warga dan mengganggu jarak pandang, kepolisian memastikan tidak ada korban luka maupun jiwa dalam insiden ini. Belum diketahui secara pasti apa pemicu awal dari kebakaran yang mengubah lokasi tersebut menjadi hamparan asap hitam sejak subuh tadi.
Pihak berwenang mengimbau warga di sekitar lokasi untuk tetap waspada terhadap sisa asap dan terus memantau instruksi petugas di lapangan hingga proses pendinginan dinyatakan selesai sepenuhnya.