JAKARTA – Utusan Khusus Presiden bidang Energi dan Lingkungan Hashim Djojohadikusumo menegaskan rasio utang Indonesia hingga saat ini masih berada pada level aman dan tercatat sebagai salah satu yang terendah di dunia. Hal itu disampaikannya dalam forum diskusi strategis bertajuk Economic Briefing 2026: Relevansi Asta Cita dan Ekonomi Indonesia di Tengah Konflik Geopolitik yang digelar Garuda TV di Jakarta, Kamis (23/4/2026).
Menurut Hashim, posisi utang Indonesia mencerminkan fundamental ekonomi yang cukup kuat, terutama dari sisi pengelolaan moneter dan fiskal. Ia menyebut data internasional menunjukkan kondisi Indonesia relatif lebih baik dibanding banyak negara lain.
“Ternyata hutang kita termasuk yang paling rendah di dunia. Nah ini mengenai sistem keadaan monetar kita dan fiskal kita. Ternyata kalau kita lihat data-data, sistem Indonesia cukup bagus,” kata Hashim.
Ia menjelaskan, total utang Indonesia—baik utang pemerintah maupun swasta—berada di kisaran 40 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Menurutnya, angka tersebut masih tergolong rendah dalam perbandingan global.
“Hutang negara dan hutang swasta itu kurang lebih 40% dari produk domestik bruto kita, GDP kita. Itu termasuk yang paling rendah di negara-negara seluruh dunia,” ujarnya.
Hashim juga mendorong masyarakat untuk melihat langsung data dari lembaga internasional seperti Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia yang dinilainya terbuka dan transparan.
Ia menilai, rendahnya rasio utang menjadi indikator penting bahwa Indonesia masih memiliki ruang fiskal untuk mendorong pembangunan dan pembiayaan program-program strategis pemerintah.
Di tengah ketidakpastian ekonomi global, posisi rasio utang yang terkendali dinilai menjadi modal penting bagi Indonesia untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional. Selain itu, kondisi tersebut juga dapat meningkatkan kepercayaan investor terhadap perekonomian domestik.
Pernyataan Hashim muncul saat pemerintah terus berupaya menjaga keseimbangan antara pembiayaan pembangunan, pertumbuhan ekonomi, dan kesinambungan fiskal. Dengan rasio utang yang relatif rendah, Indonesia dinilai memiliki fondasi yang cukup kuat untuk menghadapi tantangan ekonomi ke depan.