JAKARTA – Perjalanan panjang band heavy metal legendaris Iron Maiden kembali menjadi sorotan lewat perilisan film dokumenter lintas dekade dan rencana konser besar di Knebworth.
Pendiri sekaligus basis Steve Harris mengaku tak menyangka band yang dibentuk di London pada 1975 itu mampu bertahan lebih dari setengah abad. “Waktu berlalu begitu cepat… seluruh karier kami adalah perpanjangan dari itu – selama 50 tahun,” ujarnya, dikutip dari The Guardian, Jumat (24/4/2026).
Iron Maiden dikenal sebagai pelopor gelombang baru heavy metal Inggris (NWOBHM) dengan popularitas yang meroket pada 1980-an melalui album The Number of the Beast, Powerslave, dan Seventh Son of a Seventh Son. Vokalis Bruce Dickinson menyebut dokumenter terbaru mereka sebagai persembahan untuk penggemar setia. “Para penggemar berat Maiden pasti akan bertanya: kenapa durasinya tidak 10 jam? Tapi semoga ini menjadi tontonan yang menghibur,” katanya.
Album The Number of the Beast (1982) menjadi tonggak penting. Harris menilai saat itu mereka hanya membuat album bagus, sementara Dickinson mengaku sudah tahu sejak awal bahwa karya tersebut istimewa. “Kami akan tetap di studio setelahnya mendengarkan kembali… astaga, bukankah ini hebat?” ujarnya.
Kesuksesan besar juga membawa tekanan. Tur panjang World Slavery Tour membuat para personel kelelahan, bahkan Dickinson sempat mempertimbangkan keluar. “Itu benar-benar titik balik bagi saya. Saya tidak punya kehidupan. Rasanya seperti sangkar emas,” katanya.
Memasuki 1990-an, tren musik global bergeser ke grunge, popularitas heavy metal menurun, dan Iron Maiden kehilangan gitaris Adrian Smith serta Dickinson. Harris mengakui, “Musik metal memang sedang berjuang di mana-mana. Dengan karier yang panjang, Anda belajar menghadapi pasang surut, tetapi tetap melanjutkan.”
Kebangkitan terjadi pada 1999 ketika Dickinson dan Smith kembali bergabung. Album Brave New World menandai era baru, diperkuat penampilan spektakuler di Rock in Rio 2001. Sejak itu, Iron Maiden konsisten merilis karya progresif seperti The Book of Souls (2015) dan Senjutsu (2021).
Kini, di usia 50 tahun, band tetap aktif tur dan berkarya. Harris mengisyaratkan kemungkinan jeda, meski enggan berhenti. “Secara pribadi, saya tidak ingin, tapi begitulah saya. Saya hanya salah satu dari enam orang,” katanya. Dickinson menambahkan, “Lagu apa pun di planet ini, jika Anda memberikannya kepada Iron Maiden, lagu itu akan selalu terdengar seperti Iron Maiden.”