BEKASI – Kecelakaan beruntun yang melibatkan taksi, KRL Commuterline, dan KA Argo Bromo Anggrek terjadi di wilayah Bekasi Timur pada Senin malam. Insiden ini diduga bermula dari taksi yang mogok di perlintasan sebidang.
Peristiwa awal terjadi saat sebuah taksi berhenti di perlintasan rel. KRL yang melintas dari arah Cikarang menuju Jakarta kemudian menabrak kendaraan tersebut karena tidak sempat berhenti.
Akibat kejadian itu, perjalanan kereta di lintas Bekasi Timur terganggu. Salah satu rangkaian KRL dilaporkan tertahan di jalur aktif untuk proses evakuasi.
Dalam kondisi normal, jalur yang masih terisi kereta akan ditutup oleh sistem sinyal dengan indikasi merah. Namun, sejumlah analisis awal menyebutkan adanya kemungkinan gangguan pada sistem sinyal di lokasi kejadian.
Gangguan tersebut diduga menyebabkan informasi kondisi jalur tidak terbaca dengan baik. Akibatnya, sinyal yang seharusnya menunjukkan peringatan berhenti tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
Pada saat bersamaan, KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah Jakarta menuju Surabaya melintas di jalur yang sama. Karena KRL masih berada di jalur, tabrakan dari belakang tidak dapat dihindari.
Benturan terjadi pada bagian belakang rangkaian KRL yang sebelumnya berhenti akibat insiden dengan taksi.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) melaporkan jumlah korban jiwa dalam insiden ini mencapai tujuh orang. Selain itu, sebanyak 81 penumpang mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit. Proses evakuasi juga dilaporkan berlangsung cukup lama, dengan masih adanya penumpang yang sempat terjebak di dalam gerbong.
Sebelumnya, pihak KAI menjelaskan bahwa KRL yang terlibat dalam tabrakan berada dalam posisi berhenti setelah tertemper taksi di perlintasan dekat kawasan Bulak Kapal.
Perjalanan kereta di lintas Bekasi-Cikarang dilaporkan mengalami gangguan akibat kejadian ini. Pihak berwenang masih melakukan investigasi untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan, termasuk kemungkinan adanya gangguan teknis pada sistem sinyal maupun faktor operasional lainnya. (ACH)