JAKARTA – Keputusan Presiden Prabowo Subianto menunjuk Muhammad Qodari sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat pola komunikasi pemerintah di tengah derasnya arus informasi digital.
Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Iwan Setiawan menilai penunjukan tersebut mencerminkan keseriusan pemerintah dalam membangun sistem komunikasi publik yang lebih solid dan terintegrasi.
“Ini keputusan yang tepat dari Presiden Prabowo. Penempatan Pak Qodari menunjukkan pemerintah ingin membangun orkestrasi komunikasi yang lebih kuat, terintegrasi, dan efektif,” kata Iwan Setiawan kepada wartawan, Selasa (28/4/2026).
Menurut Iwan, pengalaman Qodari saat memimpin Kantor Staf Presiden (KSP) menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan komunikasi pemerintahan yang semakin kompleks.
“Pak Qodari selama menjadi Kepala Staf Kepresidenan sukses mengelola berbagai isu strategis nasional dan mengawal narasi kebijakan prioritas Presiden Prabowo. Itu menjadi modal penting untuk memimpin Bakom,” ujarnya.
Selama menjabat di KSP, Qodari dikenal mampu merespons isu publik secara cepat sekaligus menyusun narasi kebijakan yang adaptif terhadap dinamika nasional.
Kemampuan tersebut dinilai penting mengingat komunikasi pemerintah saat ini tidak hanya soal penyampaian informasi, tetapi juga memastikan publik memahami substansi kebijakan secara utuh.
Iwan juga menyoroti latar belakang Qodari sebagai peneliti politik dan pendiri lembaga survei yang membuatnya memiliki keunggulan dalam membaca arah opini publik.
“Beliau punya kemampuan membaca arah opini publik sekaligus memahami bagaimana pesan pemerintah harus dikomunikasikan kepada masyarakat. Kombinasi itu penting untuk memperkuat komunikasi pemerintah ke depan,” kata Iwan.
Di tengah meningkatnya disinformasi, fitnah, dan kebencian di ruang digital, pemerintah dituntut menghadirkan komunikasi yang lebih presisi dan responsif.
Kondisi ini membuat peran Bakom menjadi semakin krusial dalam mengoordinasikan pesan antar kementerian dan lembaga agar tetap selaras dan efektif.
Iwan meyakini kepemimpinan Qodari akan mendorong komunikasi pemerintah yang lebih dekat dengan masyarakat serta mampu meningkatkan kepercayaan publik terhadap program prioritas nasional.
“Harapannya, di bawah kepemimpinan Pak Qodari, komunikasi pemerintah menjadi lebih dekat dengan masyarakat, cepat merespons isu, dan mampu meningkatkan kepercayaan publik terhadap program-program prioritas presiden,” pungkasnya.***