JAKARTA – KAI Commuter angkat bicara terkait dugaan pelecehan seksual yang dilaporkan terjadi di Stasiun Kebayoran pada Sabtu (2/5/2026) malam. Peristiwa ini mencuat setelah seorang penumpang menemukan sosok mencurigakan di bawah ujung peron 2.
Berdasarkan keterangan resmi KAI Commuter, individu tersebut diduga berada di kolong peron dengan maksud mengambil foto atau merekam aktivitas penumpang yang sedang naik dan turun kereta.
Insiden ini turut viral di media sosial Threads, di mana korban sempat merekam keberadaan terduga pelaku. Dalam video yang beredar, hanya terlihat bagian kaki dan tangan orang tersebut dari bawah peron.
“Salah seorang pengguna yang mengetahui hal tersebut melaporkannya ke petugas di Stasiun Palmerah,” kata Manajer Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (3/5/2026).
Menindaklanjuti laporan itu, petugas stasiun segera berkoordinasi dan melakukan penyisiran di lokasi yang dimaksud. Upaya pencarian dilakukan untuk memastikan keberadaan sosok yang dilaporkan pengguna.
“Namun, petugas tidak menemukan orang yang mencurigakan tersebut,” ujarnya.
Selain itu, KAI Commuter juga telah menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) di area stasiun guna mengidentifikasi pelaku. Hasilnya, tidak ditemukan sosok mencurigakan seperti yang dilaporkan.
Pihak KAI Commuter menyampaikan apresiasi atas kepedulian pengguna yang sigap melaporkan kejadian tersebut. Mereka juga mengimbau masyarakat untuk segera melapor kepada petugas jika menemukan hal mencurigakan agar dapat segera ditindaklanjuti.
“KAI Commuter berkomitmen bahwa seluruh petugas akan langsung merespons laporan-laporan mencurigakan dari pengguna untuk segera dilakukan tindakan penanganan lebih awal,” pungkasnya.