Tabir gelap yang menyelimuti kasus pembunuhan sadis lansia Dumaris Boru Sitio (60) di Rumbai Pekanbaru kini mengungkap fakta yang mengguncang rasa kemanusiaan. Polisi membeberkan bahwa otak di balik aksi keji ini, Anisa Florensa (AF), ternyata menjalankan “peran ganda” dalam skandal asmara dan pengkhianatan keluarga.
Direktur Kriminal Umum Polda Riau, Kombes Pol Hasyim Risahondua, mengungkapkan bahwa AF menjalin hubungan gelap bahkan telah menikah siri dengan Slamet (SL)—pria yang menjadi eksekutor utama dalam pembunuhan tersebut. Ironisnya, saat rencana maut itu disusun, AF secara hukum masih berstatus sebagai istri sah dari anak korban, Arnol.
Jejak Pengkhianatan: Kabur ke Medan, Kembali Membawa Maut
Kisah pilu ini bermula saat AF menikah dengan Arnol pada 2022. Namun, setahun kemudian, AF memilih meninggalkan rumah dan bekerja sebagai kasir spa di Medan, Sumatera Utara. Di sanalah ia diduga menjalin hubungan dengan SL.
Hebatnya, meski sudah memiliki “suami baru” di perantauan, AF tetap menjaga komunikasi dengan keluarga suaminya di Pekanbaru. “Tersangka AF masih terus meminta nafkah uang dan berkomunikasi dengan anak korban (Arnol) hingga tahun 2026 ini,” ujar Kombes Hasyim, Minggu (3/5/2026).
Siapa sangka, komunikasi rutin itu bukan tanda rindu, melainkan taktik untuk memetakan kondisi rumah demi sebuah rencana perampokan besar.
Salaman Terakhir Sebelum Eksekusi
Rabu (29/4) siang menjadi saksi betapa dinginnya hati AF. Rekaman CCTV memperlihatkan momen yang mengiris hati: AF datang menggunakan mobil hitam, masuk ke rumah, dan menyalami tangan ibu mertuanya dengan sopan.
Dumaris yang tidak menaruh curiga menyambut menantunya itu dengan hangat. Namun, di saat situasi tampak normal, Slamet (SL)—suami siri AF—muncul dari belakang membawa balok kayu besar. Tanpa ampun, SL menghantamkan kayu tersebut ke kepala korban hingga lansia malang itu terkulai bersimbah darah.
Komplotan Berdarah Dingin
Aksi ini bukan kerja tunggal. AF dan SL juga mengajak dua rekan lainnya, pria berinisial E dan wanita berinisial L, untuk membantu melancarkan perampokan harta milik mertuanya.
Kini, sandiwara AF telah berakhir di tangan polisi. Menantu yang masih menerima nafkah namun membalasnya dengan nyawa ibu mertua ini harus menghadapi ancaman hukuman berat bersama suami sirinya. Kasus ini menjadi pengingat pahit tentang bagaimana keserakahan dan pengkhianatan bisa merobek ikatan keluarga yang paling sakral sekalipun.