Kabar duka menyelimuti keluarga besar Pondok Pesantren (Ponpes) Al Mukmin Ngruki. Aisyah binti Abdul Rahman Baraja, istri dari pendiri ponpes tersebut, Abu Bakar Ba’asyir, mengembuskan napas terakhirnya pada Senin (4/5/2026).
Almarhumah meninggal dunia di kediamannya saat tengah bersiap untuk menjalani kontrol kesehatan rutin ke RS PKU Muhammadiyah Solo. Kepergian sosok yang dikenal sangat bersahaja ini menjadi kehilangan mendalam bagi keluarga dan ribuan santri.
Humas Ponpes Al Mukmin Ngruki, Endro Sudarsono, mengungkapkan bahwa Aisyah telah berjuang melawan penyakit komplikasi selama tiga bulan terakhir. Riwayat diabetes yang dideritanya dilaporkan telah menjalar hingga ke organ jantung dan paru-paru.
“Meninggal dunia di rumah saat hendak berangkat kontrol. Beliau memang sudah rutin memeriksakan kesehatan di beberapa rumah sakit di Solo, termasuk jadwal hari ini yang seharusnya di RS PKU,” jelas Endro melalui sambungan telepon.
Sosok Ibu yang Lembut dan Setia
Di mata keluarga besar Ngruki, Aisyah bukan sekadar istri dari seorang tokoh besar. Ia adalah figur “ibu” yang memberikan kehangatan bagi seluruh penghuni pondok. Endro mengenang almarhumah sebagai pribadi yang sangat santun dan setia.
“Di mata anak-anak, beliau adalah ibu yang sangat lembut. Di mata santri, sosoknya sangat keibuan, dan bagi sang suami, beliau adalah pendamping yang luar biasa setia,” kenang Endro dengan nada penuh hormat.
Almarhumah meninggalkan suami tercinta, Abu Bakar Ba’asyir, serta tiga orang buah hati: Zulfa Ba’asyir, Rosyid Ridho Ba’asyir, dan Abdul Rachim Ba’asyir.
Sebagai penghormatan terakhir, jenazah Aisyah dishalatkan oleh para santri dan keluarga besar di Masjid Baitussalam, Kompleks Ponpes Al Mukmin Ngruki. Prosesi pemakaman berlangsung khidmat pada sore hari pukul 15.15 WIB di pemakaman muslim Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.
Kepergian Aisyah Baraja meninggalkan warisan keteladanan tentang kesetiaan dan kelembutan hati yang akan selalu diingat oleh keluarga besar Pondok Pesantren Ngruki.