BANGKOK – Langkah wakil tunggal putri Indonesia di babak kualifikasi ajang Thailand Open 2026 menghadirkan cerita berbeda.
Thalita Ramadhani Wiryawan sukses merebut tiket babak utama lewat pertarungan sengit.
Sementara Ni Kadek Dhinda Amartya harus menghentikan perjalanan lebih cepat usai gagal melewati laga terakhir kualifikasi.
Bertanding di Nimibutr Arena, Bangkok, Thailand pada Selasa (12/5/2026) siang, Thalita menunjukkan mental kuat dan permainan agresif di dua laga fase kualifikasi.
Ia akhirnya memastikan diri menjadi satu-satunya wakil tunggal putri Indonesia yang lolos dari jalur penyisihan awal di turnamen BWF Super 500 ini.
Thalita Tampil Solid sejak Laga Perdana
Perjalanan Thalita dimulai dengan hasil positif saat menghadapi pebulu tangkis Myanmar, Thet Htar Thuzar, dalam duel pembuka kualifikasi.
Pebulu tangkis muda Indonesia itu tampil dominan dan berhasil menutup pertandingan dua gim langsung dengan skor 21-18 dan 21-14.
Thalita yang berstatus unggulan keempat di babak kualifikasi ini, membuka jalan menuju partai final kualifikasi.
Dari sisi peringkat dunia BWF, Thalita unggul jauh di posisi 61 sedangkan Thet di posisi 133.
Ujian sesungguhnya datang ketika Thalita menghadapi wakil Taiwan, Chen Su Yu, dalam perebutan tiket menuju babak utama.
Peringkat dunia BWF keduanya tidak berbeda jauh, dimana Chen menempati posisi 68.
Pertandingan berlangsung ketat sejak awal karena kedua pemain saling menekan melalui reli panjang dan tempo permainan cepat yang membuat duel berjalan hingga rubber game.
Thalita sempat tampil meyakinkan pada gim pertama dengan kemenangan telak 21-8 sebelum kehilangan momentum pada gim kedua dan menyerah 11-21.
Situasi semakin sulit pada gim penentuan ketika Thalita tertinggal 16-19 dan berada dalam tekanan besar mendekati akhir pertandingan.
Namun pemain Indonesia tersebut mampu menunjukkan ketenangan luar biasa dengan membalikkan keadaan dan merebut lima poin penting untuk menutup laga dengan kemenangan 21-18.
Hasil dramatis itu sekaligus memastikan langkah Thalita ke babak utama Thailand Open 2026 dan menjaga asa Indonesia di sektor tunggal putri.
Dhinda Gagal Menyusul ke Babak Utama
Di sisi lain, perjalanan Ni Kadek Dhinda Amartya tidak berakhir manis meski sempat membuka harapan besar pada pertandingan awal kualifikasi.
Dhinda tampil percaya diri saat menghadapi wakil tuan rumah Thailand, Pai Yu Pho, dan menang meyakinkan lewat skor 21-9 dan 21-13.
Kemenangan tersebut membawa Dhinda melangkah ke laga penentuan untuk memperebutkan tiket menuju babak utama.
Akan tetapi langkahnya terhenti setelah kalah dari pemain Thailand lainnya, Yataweemin Ketklieng, dalam dua gim langsung dengan skor 19-21 dan 15-21.
Kekalahan itu membuat Dhinda gagal mengikuti jejak Thalita sehingga Indonesia hanya menyisakan satu wakil tunggal putri hasil jalur kualifikasi di Thailand Open 2026.
Thalita Ungkap Kunci Kebangkitan
Selepas pertandingan, Thalita mengaku bersyukur mampu melewati dua pertandingan berat dalam satu hari dan menilai lawan-lawannya memberikan tekanan besar sepanjang laga.
“Alhamdulillah hari ini di kualifikasi bisa menang dua-duanya, bisa masuk ke babak utama.”
“Pertandingan yang pagi tadi lawannya lumayan bagus, rally-nya dia ulet dan yang kedua ini juga tidak mudah.”
“Apalagi di gim ketiga saya sudah tertinggal 16-19,” kata Thalita dalam keterangannya.
“Tapi dari sana coba mau lawan saja, coba dulu dan dan yang penting masuk dulu bolanya.”
“Nothing to lose dan main safe, tidak memaksa penempatannya terlalu ke pinggir,” tambahnya.
Keberhasilan Thalita menjadi modal penting bagi Indonesia untuk bersaing lebih jauh pada turnamen level internasional tersebut sekaligus memperlihatkan daya juang kuat sektor tunggal putri Merah Putih di tengah persaingan ketat Asia.
Selanjutnya laga 32 besar di babak utama, ia akan menghadapi wakil India Isharani Baruah dengan peringkat dunia lebih baik di posisi 38.***