Gelombang wisatawan yang ingin menghabiskan libur panjang (long weekend) di Kota Bandung mulai memuncak. Satuan Lalu Lintas Polrestabes Bandung mencatat lonjakan drastis pada Jumat (15/5/2026) siang. Hanya dalam rentang waktu tiga jam (pukul 12.00 WIB hingga 15.00 WIB), sebanyak 87.918 kendaraan dilaporkan telah memasuki Kota Bandung, sementara 60.992 kendaraan bergerak keluar.
Jalur Cibeureum dan Cibiru Jadi Titik Terpadat
Berdasarkan data yang dihimpun per tiga jam tersebut, Jalur Arteri Cibeureum menjadi pintu masuk utama yang paling diminati sekaligus paling padat. Berikut adalah rincian volume kendaraan di beberapa titik utama Kota Bandung:
-
Cibeureum: 14.817 kendaraan masuk | 12.326 keluar (Tertinggi)
-
Cibiru: 13.177 kendaraan masuk | 8.038 keluar
-
Buah Batu: 11.237 kendaraan masuk | 6.431 keluar
-
Cibaduyut: 9.441 kendaraan masuk | 9.046 keluar
-
Kopo: 7.761 kendaraan masuk | 3.788 keluar
-
Mochammad Toha: 7.356 kendaraan masuk | 3.996 keluar
-
Ledeng (Jalur Wisata): 7.274 kendaraan masuk | 7.029 keluar
-
Pasirkoja: 7.108 kendaraan masuk | 1.720 keluar
-
Dago: 5.936 kendaraan masuk | 3.502 keluar
-
Pasteur: 3.811 kendaraan masuk | 5.116 keluar (Satu-satunya jalur dengan arus keluar lebih tinggi)
240 Personel Kepolisian Disiagakan Pasang Badan
Mengantisipasi kemacetan total yang berpotensi terjadi hingga akhir pekan nanti, Kasatlantas Polrestabes Bandung, AKBP Hudi Arif, menegaskan bahwa pihaknya telah menerjunkan 240 personel ke lapangan. Mereka disebar di titik-titik krusial, mulai dari gerbang tol utama seperti GT Pasteur, Buahbatu, Moh Toha, hingga kawasan komersial baru di Summarecon.
Selain gerbang tol, fokus pengamanan juga diarahkan ke pusat perbelanjaan (mal besar) serta jalur-jalur arteri menuju destinasi wisata.
“Untuk titik-titik lain, seperti pusat perbelanjaan dan juga jalur-jalur yang menuju ke tempat wisata, seperti simpang lampu merah di Ledeng dan juga daerah Dago sudah ditempatkan personel untuk mengurai kepadatan,” ujar Hudi, Jumat (15/5/2026).
Pihak kepolisian memprediksi arus lalu lintas masih akan terus merangkak naik. Pengendara diimbau untuk lebih cerdas dalam mengatur waktu perjalanan, menjaga stamina, dan tetap memprioritaskan keselamatan di atas kecepatan.