BANDUNG – Laga panas Persija Jakarta kontra Persib Bandung kembali berujung polemik setelah manajemen Persib melalui PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) melayangkan laporan resmi ke Komdis PSSI terkait dugaan tindakan kekerasan pascapertandingan terhadap Beckham Putra Nugraha.
Persib menyebut insiden terjadi setelah pertandingan usai dan tidak dapat dikategorikan sebagai kontak biasa antar pemain. Klub menegaskan tindakan tersebut diduga melanggar Kode Disiplin PSSI serta prinsip fair play dalam kompetisi profesional, sekaligus menuntut penanganan tegas dari federasi.
Dalam laporan resmi bertajuk “Pelaporan Resmi Dugaan Tindak Kekerasan”, Persib turut melampirkan bukti berupa rekaman video dari berbagai sudut, termasuk siaran televisi, kamera internal klub di area pinggir lapangan, serta dokumentasi dari penonton di tribun stadion untuk memperkuat kronologi kejadian.
Di tengah proses pelaporan tersebut, sejumlah nama pemain Persija turut disorot publik, termasuk kiper Carlos Eduardo yang disebut-sebut terlibat dalam dugaan pemukulan, serta Rizky Ridho yang dituduh melakukan tarikan rambut terhadap Beckham. Nama Witan Sulaeman juga ikut disebut dalam sejumlah narasi suporter terkait dugaan tindakan tidak sportif.
Rizky Ridho diketahui telah memberikan klarifikasi atas berbagai tuduhan yang beredar di ruang publik, sementara pihak Persija Jakarta hingga saat ini belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait laporan Persib ke Komdis PSSI.
Persib juga menyoroti rangkaian insiden pascapertandingan, termasuk dugaan intimidasi terhadap rombongan tim, perusakan fasilitas usaha di Samarinda, serta kekerasan terhadap suporter di sejumlah daerah. Klub menilai rangkaian kejadian tersebut mencederai nilai sportivitas dan keamanan dalam sepak bola nasional.
Saat ini, Persib menyatakan masih mengumpulkan tambahan bukti dan berharap Komdis PSSI dapat memproses laporan secara objektif dan transparan. Sementara itu, keputusan resmi dari PSSI maupun Komdis PSSI masih dinantikan publik sepak bola Indonesia di tengah meningkatnya sorotan atas insiden pascalaga tersebut.
