Sebuah memo internal rahasia yang bocor ke publik mengungkap skenario besar Meta dalam merombak total struktur perusahaannya minggu ini. Dokumen yang diperoleh Reuters menunjukkan bahwa Chief People Officer Meta, Janelle Gale, telah menyebarkan panduan PHK massal yang akan dieksekusi dalam tiga gelombang global, dimulai tepat pukul 04.00 waktu setempat pada Rabu, 20 Mei.
Langkah ekstrem ini diprediksi akan berdampak langsung pada 20% dari total 77.986 karyawan Meta. Rinciannya: sekitar 10% tenaga kerja (kurang lebih 8.000 orang) akan dipangkas, sementara 7.000 karyawan lainnya akan dipindahtugaskan secara masif ke divisi kecerdasan buatan (AI) yang baru. Guna mengantisipasi situasi, seluruh karyawan di wilayah Amerika Utara bahkan telah diminta untuk bekerja dari rumah (WFH) pada hari Rabu tersebut.
Selamat Tinggal Manajer, Selamat Datang “Pod” AI
Meta kini tengah bergerak menuju struktur organisasi yang jauh lebih ramping. Posisi-posisi manajerial konvensional akan dihapus dan tim-tim besar bakal dipecah menjadi kelompok kecil bernama “pod” dan “cohort” agar perusahaan bisa bergerak lebih gesit.
Karyawan yang selamat dari PHK namun dipindahtugaskan akan ditampung dalam divisi baru, seperti Applied AI Engineering, Agent Transformation Accelerator, dan Central Analytics. Ketiganya merupakan pilar utama dari proyek “AI for Work” yang digagas oleh CTO Andrew Bosworth. Ironisnya, misi utama divisi ini adalah mengembangkan agen AI mandiri yang dirancang untuk mengambil alih tugas-tugas yang saat ini masih dikerjakan oleh manusia. Tidak hanya itu, Meta juga resmi menutup 6.000 lowongan pekerjaan yang sedianya akan dibuka.
Perlawanan Internal: Petisi Pelacak Tikus & Keheningan Eksekutif
Rencana radikal ini tidak berjalan mulus. Gelombang protes langsung meledak di dalam internal perusahaan. Karyawan mulai menempelkan selebaran protes di berbagai sudut kantor. Lebih dari 1.000 karyawan bahkan telah menandatangani petisi penolakan terhadap pemasangan perangkat lunak pelacak tetikus (mouse tracker). Perangkat lunak ini kabarnya digunakan perusahaan untuk merekam gerakan mouse karyawan demi melatih model AI agar bisa meniru interaksi manusia secara presisi.
Kekesalan karyawan kian memuncak di platform internal Workplace. Para eksekutif Meta dihujani kritik tajam karena dinilai “bungkam” dan menutup-nutupi rencana PHK ini selama lebih dari sebulan sejak rumornya pertama kali beredar.
Taruhan Triliunan Demi “Ambisi AI”
PHK kali ini menjadi yang terbesar sejak Meta merumahkan 21.000 karyawannya pada periode 2022-2023, yang kala itu disebut Mark Zuckerberg sebagai “tahun efisiensi”.
Langkah efisiensi tenaga kerja ini berjalan beriringan dengan jor-joran anggaran di sektor teknologi. Panduan belanja modal Meta untuk tahun 2026 melonjak drastis hingga mencapai $115 miliar hingga $135 miliar—hampir dua kali lipat dari anggaran tahun 2025. Seluruh dana fantastis ini akan dialihkan untuk membangun pusat data, membeli GPU, dan memperkuat infrastruktur AI masa depan.
Bagi karyawan di Amerika Serikat yang terdampak PHK, Meta menyediakan paket kompensasi berupa 16 minggu gaji pokok, ditambah dua minggu gaji tambahan untuk setiap tahun masa kerja, serta jaminan perlindungan kesehatan selama 18 bulan.