JAKARTA – Pihak berwenang Israel menyatakan sebanyak 430 aktivis yang berada did atas armada bantuan menuju Gaza kini sedang dibaawa ke Israel setelah kapal mereka dicegat di laut.
Armada Global Sumud Flotilla, yang berangkat dari Türkiye pekan lalu, merupakan upaya terbaru aktivis internasional menembus blokade Israel atas Gaza. Sebelumnya, konvoi serupa juga dicegat bulan lalu. “Konvoi aktivis PR lainnya telah berakhir. Ke-430 aktivis telah dipindahkan ke kapal Israel dan sedang menuju Israel, di mana mereka dapat bertemu dengan perwakilan konsuler mereka,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel, Selasa malam (19/5/2026), dilansir Hurriyet Daily News.
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengecam armada tersebut sebagai “skema jahat” untuk menembus blokade terhadap Hamas. Pada hari yang sama, Amerika Serikat menjatuhkan sanksi kepada empat orang yang terkait dengan flotilla, menuduh mereka sebagai “pendukung teroris”.
Sekitar 50 kapal berangkat dari Türkiye barat daya pada Kamis lalu, dan situs pelacak menunjukkan beberapa dicegat di barat Siprus. Kementerian Luar Negeri Indonesia mengonfirmasi sembilan WNI termasuk jurnalis dari Republika dan Tempo ditangkap Israel. Indonesia mendesak pembebasan segera seluruh kapal dan awak, serta menegaskan jalur diplomatik akan terus dimaksimalkan.
Türkiye dan Spanyol turut mengecam intersepsi tersebut. Penyelenggara menyebut armada juga membawa 15 warga Irlandia, termasuk Margaret Connolly, saudara perempuan Presiden Catherine Connolly.
Israel mengendalikan seluruh akses masuk ke Gaza sejak 2007. Selama perang Gaza yang dipicu serangan Hamas pada Oktober 2023, wilayah itu mengalami krisis pangan, obat-obatan, dan pasokan penting. Upaya flotilla sebelumnya juga dicegat di perairan internasional dekat Yunani, dengan sebagian besar aktivis dipulangkan ke Eropa.