JAKARTA – Manajer tim Ducati-Lenovo, Davide Tardozzi, menyoroti tantangan besar yang dihadapi MotoGP dalam lanskap media modern. Ia menilai absennya Valentino Rossi dan dominasi televisi berbayar menjadi faktor utama menurunnya popularitas MotoGP, khususnya di Italia.
“Kami telah kehilangan pangsa pasar di Italia dalam beberapa tahun terakhir. Fakta bahwa kami tidak lagi memiliki Valentino Rossi adalah masalah. Valentino Rossi adalah seorang bintang, pahlawan bahkan bagi para nenek. Dia memastikan mereka menonton MotoGP,” ujar Tardozzi kepada Speedweek.com yang dilansir Minggu (24/5/2026).
Menurutnya, meski Pecco Bagnaia, Ducati, dan Aprilia telah melakukan promosi dengan baik, kehadiran TV berbayar justru membatasi jangkauan penonton. “TV berbayar tidak membantu. Namun, dunia ini harus bertahan, dan penyiar TV berbayar membayar uang yang banyak, jadi penyelenggara cenderung ke arah itu. Saya percaya bahwa era TV berbayar tidak dapat dibalikkan,” tambahnya.
Harapan kini tertuju pada Liberty Media, pemilik MotoGP Sports Entertainment Group, yang diharapkan mampu membawa peningkatan serupa dengan Formula 1. Tardozzi mencontohkan antusiasme penonton F1 yang memenuhi tribun sejak Jumat, meski harga tiket tinggi.
“Saya takjub melihat harga tiket Formula 1, dan tribun penonton sudah penuh sejak Jumat pagi. Hal itu membuat saya bertanya-tanya apakah kita melakukan kesalahan di suatu tempat,” katanya. Namun ia menegaskan, MotoGP tidak bisa begitu saja meniru F1 dengan menggelar balapan di lokasi glamor seperti Las Vegas atau Monte Carlo, karena faktor keselamatan menjadi pertimbangan utama.