JAKARTA – Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) resmi menunjuk Paolo Maldini sebagai Direktur Teknik yang akan memimpin pengembangan sepak bola nasional.
Keputusan itu menjadi langkah penting FIGC untuk membangun kembali kekuatan Timnas Italia setelah mengalami periode yang mengecewakan.
Pengumuman resmi disampaikan Presiden FIGC Giovanni Malago melalui kanal resmi federasi pada Minggu, 12 Juli 2026.
“Dengan penuh kebahagiaan, Presiden FIGC Giovanni Malago mengumumkan bahwa Paolo Maldini telah menerima jabatan sebagai Direktur Teknik Federasi.”
“Paolo Maldini akan menjalankan tugas tersebut bersama Leonardo yang akan bertindak sebagai penasihat,” demikian pengumuman resmi FIGC seperti dikutip dari laman FIFA, Minggu.
Maldini akan bekerja sama dengan Leonardo untuk menyusun arah pengembangan teknis sekaligus memperkuat pembinaan sepak bola Italia.
Penunjukan tersebut dilakukan setelah performa Azzurri terus menjadi sorotan dalam beberapa tahun terakhir.
Meski sempat menjuarai UEFA EURO 2020 bersama Roberto Mancini, Italia gagal lolos ke tiga edisi Piala Dunia secara beruntun.
Kondisi itu menjadi salah satu tantangan terbesar yang kini harus dihadapi manajemen baru FIGC.
Sebagai mantan bek legendaris, Maldini memiliki pengalaman panjang bersama Timnas Italia.
Ia membela Azzurri dalam 127 pertandingan internasional sepanjang kariernya.
Penampilan terakhirnya bersama Italia terjadi pada Piala Dunia 2002 saat menghadapi Korea Selatan di babak 16 besar.
Maldini juga dipercaya menjadi kapten Timnas Italia sejak 1993 hingga 2002.
Namanya dikenal sebagai salah satu ikon terbesar dalam sejarah sepak bola Italia.
Di level klub, Maldini sukses membangun kembali kekuatan AC Milan saat menjabat direktur olahraga.
Ia berperan penting membawa Rossoneri meraih gelar Serie A musim 2021/2022 setelah penantian panjang.
Kini pengalaman tersebut diharapkan mampu membantu Italia kembali menjadi kekuatan utama sepak bola dunia.
Penunjukan Maldini menjadi sinyal dimulainya babak baru bagi Azzurri dalam membangun fondasi menuju kompetisi internasional berikutnya.***