JAKARTA – Amerika Serikat memperkenalkan pusat pelatihan sepak bola nasional terbaru senilai 250 juta dolar AS atau sekitar Rp4 triliun yang berdiri di atas lahan seluas 200 acre di selatan Atlanta sebagai simbol lompatan besar menuju Piala Dunia.
Fasilitas ini menghadirkan 19 lapangan dengan standar internasional yang mencakup rumput alami, sintetis, hingga area khusus sepak bola pantai serta fasilitas indoor yang dirancang untuk menunjang performa maksimal seluruh tim nasional.
Mantan striker Timnas AS, Jozy Altidore, menyebut kompleks ini sebagai puncak perjalanan panjang sepak bola Amerika yang sebelumnya jauh dari kata ideal dalam hal fasilitas.
“Ini adalah puncaknya, ini yang selalu diimpikan para pemain generasi sebelumnya untuk bisa dimiliki,” ujar Altidore menggambarkan perubahan drastis tersebut dilansir AP, Jumat (29/5/2026).
Perkembangan fasilitas Timnas AS memang terjadi secara bertahap, dari kondisi sederhana pada era 1980-an hingga kini menjelma menjadi pusat pelatihan modern berkelas dunia.
Pada masa lalu, bahkan kebutuhan dasar seperti bola latihan sempat dibeli mendadak di toko retail, sementara pertandingan internal pernah terganggu sprinkler lapangan yang tiba-tiba menyala.
Seiring waktu, fasilitas terus meningkat mulai dari kompleks senilai 3,5 juta dolar AS atau sekitar Rp56 miliar di Mission Viejo hingga berpindah-pindah lokasi latihan ke berbagai negara bagian sebelum akhirnya menetap di pusat baru ini.

Pusat pelatihan yang resmi dibuka pada 7 Mei tersebut mendapat dukungan dana awal sebesar 50 juta dolar AS atau sekitar Rp800 miliar dari pemilik Atlanta Falcons dan klub MLS, Arthur Blank.
Gelandang sekaligus kapten Timnas AS di Piala Dunia 2022, Tyler Adams, menilai fasilitas ini memberikan keunggulan besar karena tim kini memiliki kontrol penuh atas seluruh kebutuhan latihan.
“Sekarang kami memiliki hak penuh atas fasilitas ini, berbeda dengan sebelumnya saat kami hanya menjadi tamu di fasilitas klub,” kata Adams.
Kompleks ini juga dilengkapi 20 ruang ganti, 19 ruang rapat, gym seluas sekitar 929 meter persegi, serta area makan modern yang terintegrasi untuk menunjang aktivitas pemain dan staf.
Kantor federasi sepak bola Amerika Serikat juga telah dipindahkan dari Chicago ke lokasi ini, menandai sentralisasi operasional dalam satu kawasan terpadu.
CEO US Soccer, JT Batson, mengungkapkan bahwa keberadaan lapangan yang dapat terlihat langsung dari kantor memberikan pengalaman baru yang inspiratif bagi pengelolaan tim.
“Dari kantor saya bisa melihat lapangan, ini pertama kalinya saya begitu antusias melihat rumput tumbuh,” ujarnya.
Pusat ini juga terinspirasi dari fasilitas elite dunia seperti St George’s Park di Inggris dan Clairefontaine di Prancis yang telah lebih dulu menjadi standar global pengembangan sepak bola.
Seluruh pemain tim nasional saat ini menginap di kawasan Trilith yang berkembang pesat setelah hadirnya studio produksi film besar yang sering digunakan Marvel Studios.
Bek Chris Richards menjadi pemain terakhir yang bergabung setelah menyelesaikan tugas bersama Crystal Palace di final UEFA Conference League di Jerman.
Menariknya, para pemain yang akan tampil di Piala Dunia juga sempat menyaksikan sesi latihan tim nasional wanita U-16 sebagai bagian dari integrasi pembinaan lintas usia.
Adams menilai momen tersebut penting sebagai inspirasi bagi pemain muda untuk melihat langsung standar tertinggi yang ingin mereka capai.
“Melihat langsung tim utama berlatih akan memberi gambaran jelas tentang tujuan mereka di masa depan,” kata Adams.***