Juara dunia bertahan MotoGP, Marc Marquez, menegaskan sama sekali tidak menyesali keputusannya untuk nekat balapan di Sirkuit Mugello, Italia. Padahal, ia memilih sirkuit yang terkenal paling menyiksa fisik pembalap itu ketimbang bersikap aman dengan menunggu seri GP Hongaria di Sirkuit Balaton Park akhir pekan ini.
Marquez sebelumnya terpaksa absen di GP Catalunya karena harus naik meja operasi demi mengatasi masalah kompresi saraf radial pada bahunya. Mengendarai motor pabrikan Ducati barunya di markas tim, The Baby Alien langsung unjuk gigi dengan mengamankan posisi ke-4 saat kualifikasi sebagai penunggang Desmosedici tercepat.
Namun, ia sadar efek operasi belum pulih total. Hasilnya, Marquez harus puas finis ke-5 di sesi Sprint dan ke-7 di balapan utama (Grand Prix).
Alasan Di Balik Kenekatan Sang Juara Dunia
Bagi Marquez, kembali balapan di sirkuit “neraka” seperti Mugello adalah ujian mental untuk membuktikan identitas aslinya sebagai petarung lintasan.
“Sebagian dari diri saya sempat berbisik, ‘Ayo lah, diam saja di rumah dan kembali balapan di Balaton pekan depan yang sirkuitnya lebih lambat dan mudah.’ Namun sisi lain diri saya berontak dan berkata, ‘Sepanjang kariermu, kamu selalu memberi 100%. Jadi jika kamu tidak naik motor saat ada kesempatan minimum dan lampu hijau dari dokter, kamu bukan Marc’,” ungkap pembalap asal Spanyol itu, Minggu.
Marquez mengakui bahwa sirkuit Mugello, bersama dengan Austin (COTA), adalah trek terburuk bagi pembalap yang sedang memulihkan cedera lengan kanan. Tekanan fisik yang masif membuatnya kewalahan di lap-lap akhir.
“Saat tubuh saya mulai lelah di akhir balapan, bahkan di tikungan kiri pun saya melambat karena tidak mampu lagi memainkan posisi badan,” tambahnya.
Bukan Lagi Soal Gelar Juara 2026, Tapi Soal Umur Karier
Akibat hasil yang kurang maksimal di Italia, peluang Marquez untuk mempertahankan takhta juara dunia di musim 2026 kian menipis. Saat ini, ia terdampar di peringkat ke-8 klasemen sementara, tertinggal jauh 102 poin dari sang pemuncak klasemen, Marco Bezzecchi (Aprilia).
Meski demikian, Marquez menegaskan target jangka panjangnya saat ini sudah bergeser. Ia tidak lagi mengejar poin secara instan, melainkan demi masa depan kariernya di MotoGP.
“Jika saya ada di sini, itu karena saya ingin memperpanjang karier balap saya. Tahun ini saya memang kurang menikmatinya, berbeda dengan tahun lalu yang sangat menyenangkan. Saya di sini bukan lagi sekadar bertarung demi gelar juara 2026 dan mencuri poin. Saya di sini untuk memastikan saya bisa bertahan lebih lama di dunia balap,” pungkasnya.
Kini, fokus utama Marquez adalah memulihkan kondisi fisik dari kelelahan ekstrem di Mugello, guna bersiap menghadapi karakteristik Sirkuit Balaton Park yang didominasi tikungan kiri.