JAKARTA – Manchester City secara resmi menepis rumor kepindahan Erling Haaland ke Real Madrid dengan pernyataan tegas bahwa transfer tersebut tidak memiliki dasar kontraktual maupun kemungkinan realistis.
Penyerang asal Norwegia itu kembali menjadi sorotan setelah tampil impresif dengan mencetak 27 gol dalam 35 pertandingan Liga Inggris musim ini sekaligus mengamankan gelar top skor.
Di tengah performa gemilang tersebut, nama Haaland justru terseret dalam dinamika politik internal Real Madrid yang tengah bersiap menggelar pemilihan presiden baru.
mengutip laporan Evening Standard, Kamis (4/6/2026), kandidat presiden Enrique Riquelme membuat pernyataan kontroversial dengan menjanjikan kedatangan Haaland ke Santiago Bernabeu sebagai bagian dari kampanyenya untuk menantang petahana Florentino Perez.
Dalam sebuah wawancara di acara televisi Spanyol El Hormiguero, Riquelme menyebut, “Haaland memiliki klausul pelepasan dan dia ingin bermain di Madrid,” yang langsung memicu spekulasi luas.
Tidak hanya itu, ia juga mengklaim akan mendatangkan gelandang Manchester City sekaligus peraih Ballon d’Or, Rodri, jika terpilih sebagai presiden.
Riquelme bahkan berani memberikan janji tambahan dengan menyatakan akan membayar iuran tahunan lebih dari 100.000 anggota Real Madrid apabila gagal merealisasikan transfer tersebut.
Menanggapi klaim tersebut, Manchester City segera merilis pernyataan resmi yang membantah seluruh spekulasi yang beredar dari Spanyol.
Dalam pernyataan klub disebutkan, “Informasi yang beredar mengenai masa depan Erling Haaland tidak benar, tidak ada klausul dalam kontraknya yang memungkinkan transfer tersebut terjadi.”
City juga membuka kemungkinan langkah hukum terkait penggunaan nama dan citra pemain mereka dalam konteks kampanye politik tersebut.
Dari pihak Haaland sendiri, ayahnya Alfie Haaland bersama agen Rafaela Pimenta turut memberikan klarifikasi yang senada.
Dalam pernyataan kepada jurnalis Fabrizio Romano, mereka menyatakan, “Semua ini menarik untuk dibicarakan, tetapi tidak benar, dan kami mendoakan yang terbaik untuk para kandidat dalam pemilihan presiden Real Madrid.”
Situasi ini menegaskan bahwa rumor transfer Haaland lebih merupakan manuver politik dibandingkan realitas pasar transfer sepak bola.***