JAKARTA – Antusiasme ribuan penggemar Dewa 19 di Malaysia berubah menjadi kekecewaan setelah drummer legendaris Tyo Nugros gagal hadir dalam konser “Cintaku Tertinggal di Malaysia” yang digelar di Unifi Arena, Bukit Jalil, Sabtu (6/6/2026).
Kabar mengejutkan itu disampaikan langsung oleh Tyo melalui rekaman video yang ditayangkan di panggung konser. Dalam pernyataannya, Tyo mengungkapkan bahwa ia tidak diizinkan berangkat ke Malaysia karena larangan bepergian yang dikenakan saat berada di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta.
“Setelah melalui proses imigrasi, saya tidak diperbolehkan berangkat karena dikenai larangan bepergian oleh KPKNL (Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang) Jakarta I,” ujarnya, dilansir bharian.com.my.
Tyo menambahkan bahwa hingga kini ia bersama keluarga masih mencari tahu penyebab larangan tersebut. Ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada penggemar dan pihak penyelenggara.
“Saya memohon maaf sebesar-besarnya dan mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam acara ini, khususnya Icon Entertainment serta para sponsor,” katanya.
Pengumuman itu sempat menimbulkan sorakan kecewa dari penonton. Namun, suasana kembali hidup setelah Al Ghazali, putra Ahmad Dhani, naik ke panggung menggantikan posisi Tyo. Kehadiran Al berhasil mengobati kekecewaan penggemar dan menghidupkan energi konser yang berlangsung lebih dari tiga jam.
Dewa 19 tampil penuh semangat bersama Andra Ramadhan (gitar), Yuke Sampurna (bass), dan Agung Yudha (drum), serta tiga vokalis andalan Ari Lasso, Marcello Tahitoe, dan Virzha. Sebanyak 23 lagu populer dibawakan, termasuk Pupus, Arjuna, Risalah Hati, dan Separuh Napas.
Konser ini juga mencatat sejarah dengan penampilan Padi Reborn sebagai tamu pembuka. Membawakan delapan lagu populer, kehadiran Padi Reborn menambah keistimewaan malam penuh nostalgia yang menyatukan dua band besar Indonesia di panggung internasional.