JAKARTA – Menteri Haji dan Umrah, Moch. Irfan Yusuf, menyabut kedatangan tim Musrif Diny yang telah bertugas mendampingi pelaksanaan ibadah haji 1447H/2026M.
Kehadiran para ulama, kiai, dan ahli fikih ini dinilai strategis dalam memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan sesuai tuntunan syariat sekaligus menjawab dinamika di lapangan.
“Kami mengundang para kiai, ulama, dan ahli agama untuk bersama-sama memastikan seluruh proses dan ritual haji dilaksanakan sesuai tuntunan syariat. Kehadiran Musrif Diny menjadi bagian penting dalam memberikan pendampingan keagamaan kepada jemaah,” ujar Menhaj di Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (9/6/2026), dilansir laman Kemenhaj.
Anggota Tim Musrif Diny Sektor 8 Makkah, K.H. Fathurrahman, menyebut sebanyak 30 anggota tim telah bertugas mendampingi jemaah. Fokus utama mereka adalah mendukung sukses spiritual dengan pendekatan Manhaj At-Taisir atau fikih kemudahan, terutama bagi lansia, penyandang disabilitas, dan perempuan.
Selain aspek ibadah, Musrif Diny juga berkontribusi dalam penguatan ekosistem ekonomi haji serta pembangunan peradaban melalui nilai persatuan dan kemanusiaan. Anggota Musrif Diny Daker Makkah, Abdulloh Kafabihi, menegaskan bahwa Baitullah adalah simbol persatuan umat Islam dunia. “Islam mengajarkan persatuan, kedamaian, dan kasih sayang. Nilai-nilai inilah yang harus terus dibawa dan disebarluaskan oleh para jemaah setelah kembali dari Tanah Suci,” ujarnya.
Tim Musrif Diny bersama Ditjen Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah kini menyiapkan panduan haji mabrur sebagai bekal jemaah di Tanah Air. Menhaj menekankan bahwa keberhasilan haji tidak berhenti di Tanah Suci, melainkan harus tercermin dalam perilaku, penguatan nilai ibadah, dan kontribusi sosial setelah kepulangan jemaah.