Dua realita energi di tengah gejolak pasar global! Pemerintah kunci harga subsidi demi daya beli, namun lini nonsubsidi bikin kantong pengendara menjerit!
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan komitmen penuh Pemerintah atas arahan langsung Presiden Prabowo Subianto untuk tidak menaikkan harga BBM bersubsidi (Pertalite & Biosolar) serta LPG 3 Kilogram. Kebijakan strategis ini diambil sebagai benteng perlindungan bagi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.
Namun di sisi lain, kebijakan penyesuaian harga pasar internasional membuat lini BBM nonsubsidi melonjak tajam per Juni 2026. Harga Pertamax meroket dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter, sementara Pertamax Green 95 merangkak naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.
Kenaikan drastis ini memicu gelombang kekagetan di sejumlah SPBU Jakarta. Para pengendara pribadi hingga pengemudi ojek online (ojol) mengaku sangat terbebani karena lonjakan ini langsung membengkakkan biaya operasional harian mereka hingga hampir dua kali lipat. Simak rangkuman laporan komprehensif, pernyataan langsung Menteri ESDM, serta suara riil masyarakat dari Tim Liputan Fanny Aghnia dan Andri!
Bagaimana kalian menyiasati kenaikan harga Pertamax yang kini menembus Rp16.250 per liter ini? Tulis strategi atau opini kalian di kolom komentar!
Editor & Uploader: BS