TOKYO, JEPANG – Tim Nasional Jepang mendapat kabar buruk menjelang tampil di Piala Dunia 2026. Kapten sekaligus gelandang senior Wataru Endo resmi mengundurkan diri dari skuad Samurai Biru akibat cedera kaki kiri yang tak kunjung pulih. Keputusan tersebut semakin mengejutkan karena Endo juga mengumumkan pensiun dari tim nasional setelah turnamen ini.
Absennya pemain berusia 33 tahun itu menjadi kehilangan besar bagi Jepang yang datang ke Piala Dunia 2026 dengan ambisi tinggi menembus sejarah baru. Endo selama beberapa tahun terakhir menjadi figur sentral di ruang ganti sekaligus pemimpin di lapangan yang membawa Jepang berkembang menjadi salah satu kekuatan utama Asia.
Keputusan mundur diambil setelah Endo berupaya keras memulihkan kondisi fisiknya agar bisa tampil di turnamen terbesar sepak bola dunia tersebut. Namun, proses pemulihan tidak berjalan sesuai harapan sehingga ia memilih mengakhiri perjuangannya bersama skuad yang telah dibelanya selama bertahun-tahun.
“Saya akan mundur dari skuad Piala Dunia. Sejak mengalami cedera, saya melakukan segala hal yang mungkin saya lakukan untuk bisa sampai di titik ini, jadi saya tidak punya penyesalan,” kata Endo melalui pernyataan yang diunggah di media sosial pribadinya.
Cedera Mengakhiri Mimpi Tampil di Piala Dunia
Bagi Endo, keputusan tersebut bukanlah hal yang mudah. Piala Dunia 2026 sejatinya menjadi kesempatan terakhirnya untuk tampil di ajang sepak bola paling bergengsi sebelum memasuki fase akhir karier profesional.
Meski demikian, mantan pemain yang dikenal sebagai jantung permainan Jepang itu mengaku lebih memilih menerima kenyataan daripada memaksakan diri tampil dalam kondisi yang belum sepenuhnya pulih.
Kehilangan Endo menjadi tantangan besar bagi pelatih Jepang yang kini harus mencari sosok pengganti dengan kapasitas kepemimpinan serupa. Pengalaman Endo di level internasional selama bertahun-tahun membuat perannya sulit digantikan dalam waktu singkat.
Lebih dari sekadar gelandang bertahan, Endo merupakan simbol transformasi Jepang sejak Piala Dunia 2022 di Qatar. Di bawah kepemimpinannya, Jepang berhasil meningkatkan kepercayaan diri dan mulai berani memasang target yang lebih tinggi di panggung dunia.
“Tentu saja ada rasa frustrasi tidak bisa berpartisipasi di Piala Dunia ini, namun lebih dari itu, saya bangga melihat bagaimana kami bisa berkembang sejak di Piala Dunia Qatar dengan saya sebagai kapten, memimpin tim ini dan menjadikan tujuan kami ‘memenangkan Piala Dunia’ menjadi sesuatu yang bisa kami ucapkan dengan layak,” ujarnya.
Akhiri Perjalanan Bersama Samurai Biru
Selain mengumumkan pengunduran diri dari skuad Piala Dunia, Endo juga memastikan kariernya bersama tim nasional Jepang telah berakhir. Keputusan pensiun tersebut menandai berakhirnya satu era penting dalam perjalanan Samurai Biru.
Menurut Endo, generasi saat ini memiliki kualitas yang cukup untuk melanjutkan mimpi besar Jepang. Ia meyakini regenerasi yang telah berlangsung beberapa tahun terakhir membuat tim nasional berada di jalur yang tepat menuju prestasi yang lebih tinggi.
“Tim saat ini merupakan tim yang sangat luar biasa. Saya percaya mereka akan mengatasi segala halangan dan menunjukkan pada kita hal yang belum pernah kita lihat sebelumnya,” tutur Endo.
Ia pun menegaskan mulai sekarang akan mendukung Jepang dari luar lapangan sebagai suporter.
“Dengan ini, saya juga akan pensiun dari tim nasional. Jadi mulai saat ini, saya akan mendukung tim nasional Jepang sebagai salah satu fans,” lanjutnya.
Jepang Kehilangan Dua Pilar Utama
Absennya Endo menambah daftar masalah yang harus dihadapi Jepang menjelang Piala Dunia 2026. Sebelumnya, tim berjuluk Samurai Biru itu juga dipastikan kehilangan winger andalan Kaoru Mitoma yang mengalami cedera hamstring sejak Mei lalu.
Kehilangan dua pemain senior dalam waktu berdekatan membuat kedalaman skuad Jepang mendapat ujian serius. Mitoma dikenal sebagai salah satu sumber kreativitas serangan, sementara Endo merupakan pengatur keseimbangan permainan sekaligus pemimpin tim.
Meski demikian, Jepang masih memiliki sejumlah pemain muda berbakat yang diharapkan mampu mengisi kekosongan tersebut. Generasi baru Samurai Biru selama beberapa tahun terakhir memang mendapat banyak perhatian karena tampil impresif di kompetisi Eropa.
Situasi ini sekaligus menjadi momentum bagi pemain-pemain muda untuk mengambil tanggung jawab lebih besar dalam mewujudkan target ambisius Jepang di Piala Dunia 2026.
Warisan dan Mimpi Besar Endo
Di tengah kabar pensiunnya, Endo meninggalkan pesan optimistis kepada publik Jepang. Ia percaya perjalanan negaranya menuju gelar juara dunia hanya tinggal menunggu waktu.
Pernyataan tersebut mencerminkan perubahan mentalitas yang selama ini berusaha dibangun Jepang, yakni tidak lagi sekadar menjadi peserta Piala Dunia, melainkan penantang serius untuk meraih trofi.
“Momen ketika tim nasional Jepang memenangkan Piala Dunia akan datang suatu hari nanti. Mari percaya hal itu dan dukung tim bersama-sama,” kata Endo.
Kepergian Endo memang meninggalkan lubang besar di skuad Jepang. Namun, pesan terakhir sang kapten sekaligus menjadi suntikan motivasi bagi generasi penerus Samurai Biru untuk melanjutkan mimpi yang belum sempat ia wujudkan: membawa Jepang berdiri di puncak sepak bola dunia.


