JAKARTA β Musim lapangan rumput Amanda Anisimova belum berjalan sesuai harapan setelah petenis Amerika Serikat itu harus mengundurkan diri dari Berlin Open 2026 akibat mengalami gangguan pada bagian punggung.
Keputusan mundur dari turnamen level WTA 500 tersebut sempat menimbulkan tanda tanya karena Anisimova sebelumnya dijadwalkan tampil di Berlin sebagai bagian dari persiapan menuju Wimbledon yang akan segera berlangsung.
Berdasarkan informasi yang beredar, Anisimova mengalami kejang otot punggung atau back spasms yang membuatnya tidak memungkinkan untuk berkompetisi di ajang bergengsi yang digelar di Jerman tersebut.
Absennya Anisimova di Berlin menjadi kabar kurang menggembirakan mengingat turnamen itu merupakan salah satu kesempatan terakhir bagi para pemain untuk menguji kesiapan di lapangan rumput sebelum tampil di Grand Slam Wimbledon.
Mengutip laporan HITC, Selasa (16/6/2026), pada edisi sebelumnya, Anisimova mampu melaju hingga babak perempat final sehingga hanya memiliki 108 poin yang harus dipertahankan dalam peringkat WTA dari hasil tersebut.
Dalam penampilannya di Berlin tahun lalu, ia berhasil menyingkirkan Bianca Andreescu dan Magdalena Frech sebelum langkahnya dihentikan Liudmila Samsonova di babak delapan besar.
Berlin Open bersama Nottingham Open menjadi dua turnamen pemanasan terakhir sebelum Wimbledon dimulai sehingga mundurnya Anisimova membuat dirinya tidak lagi memiliki agenda pertandingan resmi di lapangan rumput sebelum tampil di All England Club.
Meski demikian, fokus utama petenis berusia muda tersebut kini diyakini tertuju pada proses pemulihan agar dapat tampil dalam kondisi terbaik saat Wimbledon bergulir.
Target Lebih Tinggi Setelah Final Bersejarah Wimbledon
Amanda Anisimova memiliki alasan kuat untuk menatap Wimbledon dengan penuh optimisme setelah mencatat pencapaian terbaik dalam kariernya pada edisi sebelumnya.
Perjalanan luar biasa Anisimova di Wimbledon tahun lalu berhasil membawanya melangkah hingga partai final untuk pertama kalinya sepanjang kariernya di turnamen tersebut.
Salah satu momen paling berkesan dalam perjalanan itu adalah ketika ia sukses menumbangkan petenis nomor satu dunia Aryna Sabalenka untuk mengamankan tiket ke laga puncak.
Namun, langkah impresif tersebut akhirnya terhenti di final saat berhadapan dengan Iga Swiatek yang tampil dominan sepanjang pertandingan.
Swiatek keluar sebagai juara setelah menang telak 6-0, 6-0 sekaligus mencatat sejarah sebagai petenis putri asal Polandia pertama yang berhasil meraih gelar tunggal Wimbledon.
Skor tersebut juga menjadi catatan langka dalam sejarah tenis era Open karena hanya untuk kedua kalinya sebuah final Grand Slam berakhir dengan kemenangan 6-0, 6-0.
Sebelumnya, hasil serupa hanya pernah terjadi ketika Steffi Graf mengalahkan Natasha Zvereva dengan skor identik pada final Roland Garros 1988.
Kini, setelah harus mengakhiri lebih cepat persiapannya di Berlin, Anisimova berharap dapat segera pulih dan kembali bersaing di Wimbledon dengan target melangkah lebih jauh serta memburu gelar Grand Slam pertamanya.***