Misteri kematian Yogi Saleh (40), Kepala Bidang Pengelolaan Aset Daerah pada BKAD Kabupaten Purwakarta, masih menjadi teka-teki besar. Korban ditemukan tewas mengenaskan di dalam rumahnya di Jalan Patinggi III, Kampung Karangsari, Desa Citalang, Jawa Barat.
Hingga saat ini, Kepolisian Resor (Polres) Purwakarta belum bisa mengetok palu apakah korban murni mengakhiri hidupnya sendiri atau merupakan korban tindak pidana.
“Kami masih melakukan pendalaman dan menunggu hasil pemeriksaan lanjutan. Belum ada kesimpulan, masih menunggu hasil (autopsi) dan pengembangan TKP,” jelas Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP I Made Purwantara, Selasa (16/6/2026).
Kronologi Penemuan: Pulang Acara Wisuda Berujung Petaka
Peristiwa tragis ini pertama kali terungkap pada Minggu (14/6/2026) malam, sekitar pukul 19.30 WIB. Istri korban, bersama anak dan mertuanya, baru saja kembali ke rumah setelah menghadiri acara wisuda di sebuah hotel di Purwakarta.
Nahas, setibanya di rumah, kondisi kediaman mereka tampak ganjil. Rumah dalam keadaan gelap gulita dan terkunci rapat dari dalam. Istri korban berkali-kali memanggil nama Yogi, namun nihil respons.
Curiga ada yang tidak beres, sang istri memutuskan masuk lewat jendela. Begitu berhasil masuk, ia dikejutkan oleh ceceran darah segar di depan kamar. Saat pintu kamar dibuka, Yogi ditemukan sudah tergeletak tak bernyawa di dekat pintu.
Ragam Barang Bukti di Kamar Korban
Dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), tim identifikasi mengamankan sejumlah barang bukti yang berada di sekitar jasad korban. Beberapa benda di antaranya mengarah pada dugaan bunuh diri, namun polisi enggan terburu-buru mengambil kesimpulan.
Barang bukti yang ditemukan polisi berupa satu bilah pisau dapur berwarna kuning, telepon genggam, dompet, dan sejumlah uang tunai. Ada pula benda Mencurigakan berupa dua potong kabel, satu ikat pinggang, dan sebuah tangga di dalam kamar.
“Kami menemukan dua kabel dan satu ikat pinggang yang diduga digunakan korban untuk menggantung dirinya. Namun, itu baru dugaan sementara dan masih kami dalami,” ungkap AKP I Made Purwantara.
Janggal: Tidak Ada Barang Hilang atau Tanda Perkelahian
Satu hal yang membuat kasus ini semakin berliku adalah tidak adanya motif perampokan. Polisi memastikan seluruh barang berharga milik korban, termasuk uang tunai dan ponsel, masih utuh di tempatnya.
Selain itu, penyidik juga belum menemukan adanya tanda-tanda perlawanan fisik atau bekas perkelahian di dalam rumah. Pihak keluarga sendiri dikabarkan merasa janggal dan sulit mempercayai jika Yogi nekat mengakhiri hidupnya.
Untuk mengungkap tabir gelap ini, polisi kini bertumpu pada tiga hal: hasil autopsi medis, analisis forensik isi ponsel korban, dan pemeriksaan mendalam terhadap barang bukti di TKP. Semua kemungkinan masih terbuka lebar.


