JAKARTA – Euforia kelolosan Timnas Prancis ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 berubah drastis setelah kabar duka menimpa pelatih mereka, Didier Deschamps.
Sebelumnya, Les Bleus sukses mengamankan tiket fase gugur usai meraih hasil positif di fase grup turnamen yang digelar di Amerika Serikat.
Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) mengonfirmasi bahwa ibunda Didier Deschamps meninggal dunia pada Selasa, 23 Juni 2026.
“Didier Deschamps tidak akan bisa memimpin sesi latihan jelang pertandingan Norwegia–Prancis.”
“Ia juga tidak akan berada di bangku cadangan pada hari Jumat untuk laga terakhir Les Bleus di Grup I,” demikian keterangan resmi FFF, Rabu.
Federasi menambahkan bahwa pelatih tim nasional tersebut pada Selasa pagi menerima kabar duka meninggalnya ibundanya. Ia akan segera pulang ke Prancis untuk menghadiri prosesi pemakaman.
Berdasarkan kesepakatan dengan Philippe Diallo, Presiden Federasi Sepak Bola Prancis yang berada di markas tim di Amerika Serikat untuk Piala Dunia, Didier Deschamps menyerahkan tanggung jawab kepada asistennya, Guy Stéphan, untuk memimpin tim hingga ia kembali.
“Dalam momen yang sangat menyakitkan ini, kami menyampaikan banyak kekuatan dan dukungan kepada pelatih serta keluarganya, dan menegaskan bahwa seluruh keluarga besar Federasi memberikan dukungan penuh,” lanjut FFF.
Kabar tersebut membuat pelatih berusia 57 tahun itu segera memutuskan untuk meninggalkan Piala Dunia 2026 dan kembali ke Prancis.
Deschamps langsung bertolak ke kampung halaman untuk mendampingi keluarga serta menghadiri prosesi pemakaman sang ibunda.
Keputusan itu diambil hanya beberapa jam setelah Prancis memastikan kemenangan meyakinkan 3-0 atas Irak.
Untuk sementara, Federasi Sepak Bola Prancis menunjuk asisten pelatih Jean-Stéphane sebagai pengganti tugas kepelatihan di turnamen.
Deschamps dipastikan absen mendampingi Prancis dalam laga terakhir fase grup melawan Norwegia yang menentukan posisi juara Grup I.
Situasi ini menjadi pukulan emosional bagi skuad Timnas Prancis yang tengah berada dalam performa terbaik di ajang dunia.
Dalam pernyataan resmi, Federasi Sepak Bola Prancis menyampaikan dukungan penuh kepada sang pelatih atas musibah yang terjadi.
“Seluruh keluarga besar tim nasional Prancis menyampaikan dukungan dan belasungkawa kepada Didier Deschamps. Serta keluarganya di masa yang sulit ini,”
Di fase grup, Prancis tampil konsisten dengan kemenangan atas Senegal 3-1 dan Irak 3-0 yang memastikan mereka lolos lebih awal.
Sosok Didier Deschamps sebelumnya dikenal sebagai arsitek keberhasilan Prancis menjuarai Piala Dunia 2018 dan finalis 2022.
Kini, fokus utama Deschamps bergeser dari taktik pertandingan menuju keluarga di tengah duka mendalam yang ia alami.
Momen ini menjadi pengingat bahwa di balik gemerlap Piala Dunia 2026, sisi kemanusiaan tetap berada di atas segalanya.***