Sebuah penantian panjang selama lebih dari dua dekade akhirnya tuntas di Sirkuit Assen. Pembalap Trackhouse Aprilia, Ai Ogura, sukses mengukir kemenangan perdana yang luar biasa dalam drama balapan MotoGP Belanda 2026 yang penuh dengan aksi crash dan kejutan tak terduga, Minggu (28/6/2026).
Kemenangan sensasional ini mengakhiri puasa podium tertinggi bagi pembalap asal Negeri Sakura di kelas utama, yang terakhir kali dirasakan oleh legenda Jepang pada tahun 2004 silam.
Panggung Sempurna Trackhouse Aprilia & Petaka Bezzecchi
Hasil manis ini menyempurnakan dominasi total tim Trackhouse Aprilia di Sirkuit Assen, setelah sehari sebelumnya Raul Fernandez sukses mengamankan kemenangan di sesi Sprint Race. Hasil finis 1-2 yang diraih Ogura dan Fernandez ini melengkapi akhir pekan yang sempurna bagi tim satelit tersebut.
Di sisi lain, seluruh podium di Assen berhasil disapu bersih oleh motor Aprilia setelah Jorge Martin (Aprilia Racing) finis di posisi ketiga. Hasil ini membawa berkah tersendiri bagi Martin.
Rekan setim Martin, Marco Bezzecchi, mengalami crash parah di Tikungan 15 pada lap kedua saat sedang asyik bertarung di posisi keempat. Bezzecchi langsung dilarikan ke rumah sakit.
Akibat Bezzecchi gagal mendulang poin (DNF), Jorge Martin kini resmi mengambil alih takhta puncak klasemen sementara MotoGP 2026 dengan keunggulan 7 poin dari Bezzecchi.
Kronologi Laga: Sempat Melorot ke Posisi 5 dan Gangguan Teknis
Jalan Ogura menuju podium tertinggi sama sekali tidak mudah. Memulai balapan 26 putaran ini dengan sangat baik dari posisi kedua, ia sempat mencuri posisi terdepan sebelum akhirnya dilewati oleh sang pemegang pole position, Jorge Martin, di Tikungan 2.
Kondisi sempat memburuk ketika posisi Ogura melorot hingga ke urutan kelima. Namun, ujian sesungguhnya datang pada lap 16.
Mental juara berbicara. Ogura berhasil membuka kembali sistem perangkat yang macet tersebut dan langsung mengamuk mengejar ketertinggalan.
Di lap 18 Ogura melakukan manuver berani di Tikungan 1 untuk merebut posisi kedua dari Jorge Martin.
Di lap 20, hanya butuh dua putaran bagi Ogura untuk menusuk pertahanan rekan setimnya sendiri, Raul Fernandez, di Tikungan 9 untuk mengunci posisi pertama hingga garis finis dengan margin keunggulan 2,004 detik.
Runtuhnya Para Raksasa di Assen
Balapan di Assen kali ini terbukti sangat kejam bagi para penunggang motor pabrikan lainnya. Fabio Di Giannantonio (VR46) sukses mengamankan posisi keempat meski sempat terkena penalti long lap. Sementara Alex Marquez (Gresini) finis di posisi kelima setelah melalui akhir pekan yang melelahkan.
Nasib sial justru beruntun menimpa para juara dunia:
-
Marc Marquez (Ducati Lenovo): Mengalami akhir pekan yang sangat sulit. Ia harus turun ke posisi ketujuh setelah terkena penalti pascabalapan akibat melanggar batasan lintasan (track limits) di lap terakhir, membuat Enea Bastianini naik ke posisi keenam.
-
Pecco Bagnaia (Ducati Lenovo): Terpaksa menyudahi balapan lebih awal pada lap 15 akibat gangguan serius pada sistem pengereman motor GP26 miliknya.
-
Pedro Acosta (KTM): Pembalap muda fenomenal ini juga harus gigit jari setelah terpaksa masuk pit akibat masalah fisik pada lengannya (arm pump).
Dengan hasil balapan yang liar ini, Ai Ogura kini resmi merangsek masuk ke dalam bursa calon juara dunia MotoGP 2026, dengan hanya terpaut 25 poin dari Jorge Martin di puncak klasemen.