JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil tindakan administratif setelah sejumlah siswa SMAN 1 Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatra Utara, diduga mengalami keracunan usai menyantap makanan bergizi gratis (MBG). Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terkait dicopot dan dapur operasionalnya disegel.
Kepala BGN Sudaryono mengatakan langkah tersebut dilakukan bersamaan dengan penanganan kondisi para siswa serta pemeriksaan untuk mencari penyebab insiden.
“Tindakan administratif juga sudah diambil, pencopotan Kepala SPPG terkait dan penyegelan dapur operasional. BGN juga memastikan kondisi mereka (siswa) dan kemudian mencari akar persoalannya,” kata Sudaryono melalui akun Instagram resminya.
Selain mengambil tindakan terhadap pengelola SPPG, BGN berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Karo untuk menangani insiden tersebut. Pemeriksaan terhadap sampel sisa lauk pauk juga dilakukan guna mengidentifikasi penyebab dugaan keracunan.
“Saya telah berkoordinasi dengan Bupati Antonius Ginting, sementara pemeriksaan sampel sisa lauk pauk dilakukan bersama Dinas Kesehatan setempat,” ujar Sudaryono.
Insiden tersebut terjadi setelah sejumlah murid SMAN 1 Berastagi diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dalam program MBG. Proses evakuasi terhadap siswa yang terdampak masih berlangsung.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Sumut Wilayah IV Zulkarnain Barus membenarkan adanya kejadian tersebut. Namun, ia belum memberikan keterangan lebih jauh karena proses evakuasi dan penanganan siswa masih dilakukan.
Di tengah proses penanganan, pemeriksaan terhadap sisa makanan menjadi bagian penting untuk mengungkap penyebab kejadian. Hasil pemeriksaan sampel tersebut diharapkan dapat menjadi dasar untuk mengetahui sumber persoalan yang menyebabkan sejumlah siswa diduga mengalami keracunan.
BGN juga memastikan penanganan terhadap kondisi para siswa dilakukan bersamaan dengan langkah administratif terhadap SPPG yang bertanggung jawab atas penyediaan makanan. Untuk sementara, dapur operasional SPPG terkait disegel dan kepala SPPG dicopot hingga persoalan tersebut ditelusuri lebih lanjut.



