Sejarah baru resmi terukir di kancah bola basket tanah air. Bogor Hornbills sukses menobatkan diri sebagai Juara IBL 2026 setelah menumbangkan raksasa Pelita Jaya Jakarta dengan skor dramatis 64-61 pada Game 5 Final, Minggu malam (28/6/2026). Kemenangan epik ini membuat Hornbills menutup seri Best of 5 dengan keunggulan 3-2 sekaligus mengangkat trofi juara kasta tertinggi untuk pertama kalinya sepanjang sejarah klub.
Bermain di bawah tekanan atmosfer “neraka” PJ Arena (GMSB) Kuningan yang dipadati ribuan pendukung fanatik tuan rumah (PJ Holics), mental para penggawa Bogor Hornbills terbukti sekeras baja. Alih-alih gentar, tim tamu justru langsung mengamuk sejak paruh pertama (first half) dengan memimpin jauh 45-31.
Kuarter Pertama: Sengit di Awal, Hornbills Menggila di Akhir
Memasuki laga penentuan hidup-mati ini, kedua tim langsung menurunkan starting lineup terbaik mereka:
-
Pelita Jaya: Perrin Buford, Agassi Yesye Goantara, Hendrick Xavi Yonga, Darious Moten, dan Jeffree Withey.
-
Bogor Hornbills: Stephaun Branch, Antoni Erga, David Liberty Nuban, Travin Thibodeaux, dan Kaleb Wesson.
Jual beli serangan yang sengit mewarnai tujuh menit pertama pasca-tip off. Namun, momentum emas didapatkan Hornbills berkat tembakan tiga angka (three points) mematikan dari Sevly Rondonuwu.
Tembakan tersebut memicu badai poin di mana Hornbills melesat dengan run 12-0 di sisa tiga menit akhir kuarter pertama. Kuarter satu pun ditutup dengan keunggulan telak Hornbills 24-11, memanfaatkan buruknya akurasi tembakan Pelita Jaya yang hanya mampu memasukkan 5 dari 19 percobaan.
Kuarter Kedua: Eksploitasi Area Dalam Pelita Jaya
Memasuki kuarter kedua, dominasi Bogor Hornbills semakin menjadi-jadi. Meski anak-anak asuh David Singleton mencoba membalas, barisan pertahanan Pelita Jaya terlihat kedodoran menahan gempuran area dalam. Tim tamu secara luar biasa menjaga akurasi field goals di atas 50% hingga turun minum dengan skor 45-31.
Travin Thibodeaux tampil menggila dengan catatan hampir triple-double (12 poin, 6 assist, 5 rebound, 1 steal). Ia disokong oleh Stephaun Branch yang mengemas 10 poin.
Hornbills mencatatkan persentase tembakan dua angka mencapai 80%, membuktikan rapuhnya pertahanan Pelita Jaya di area bawah ring.
Di kubu Pelita Jaya, Perrin Buford mengoleksi 10 poin, 6 rebound, dan 3 steal, namun ia frustrasi karena hanya memasukkan 4 dari 13 tembakan. Secara keseluruhan, akurasi Pelita Jaya hanya menyentuh 36%.
“Banyak yang harus kami perbaiki. Kami harus lebih kuat dalam rebound, dan bermain lebih fisik. Harus menyerang ke ring dengan lebih banyak lagi,” ujar David Singleton, pelatih Pelita Jaya, saat jeda babak pertama.
Meski Pelita Jaya sempat bangkit dan memangkas jarak di paruh kedua, dinginnya eksekusi akhir serta mental juara yang ditunjukkan Bogor Hornbills berhasil mengunci kemenangan tipis 64-61 hingga bel akhir berbunyi. Kota Bogor kini punya juara baru di pentas bola basket Indonesia!