JAKARTA – Fenomena langit kembali menarik perhatian para pecinta astronomi. Pada akhir Juni 2026, masyarakat dapat menyaksikan kemunculan Strawberry Moon, sebutan untuk bulan purnama yang hadir setiap bulan Juni.
Meski namanya terdengar unik dan identik dengan warna merah muda seperti stroberi, fenomena ini sebenarnya tidak membuat Bulan berubah menjadi warna merah atau merah muda.
Strawberry Moon tahun ini diperkirakan menjadi salah satu fenomena astronomi yang cukup dinantikan karena dapat diamati dari berbagai wilayah dunia, termasuk Indonesia.
Pengamatan tidak memerlukan alat khusus dan dapat dilakukan dengan mata telanjang selama kondisi langit cerah.
Apa Itu Strawberry Moon?
Strawberry Moon merupakan nama tradisional untuk bulan purnama yang muncul pada bulan Juni.
Nama tersebut berasal dari suku asli Amerika Utara, terutama suku Algonquin, yang menggunakan siklus bulan sebagai penanda musim.
Mereka mengaitkan bulan purnama Juni dengan masa panen stroberi liar yang mulai matang pada periode tersebut.
Meski namanya mengandung kata “strawberry”, banyak orang salah mengira Bulan akan tampak berwarna merah muda.
Faktanya, nama ini tidak berhubungan dengan warna Bulan. Strawberry Moon hanyalah sebutan musiman berdasarkan tradisi masyarakat kuno.
Dalam kondisi tertentu, Bulan memang dapat terlihat kuning, jingga, atau sedikit kemerahan ketika muncul di dekat cakrawala.
Hal tersebut terjadi akibat pengaruh atmosfer Bumi yang menyaring cahaya, bukan karena efek Strawberry Moon itu sendiri.
Selain Strawberry Moon, bulan purnama Juni juga dikenal dengan beberapa nama lain di berbagai budaya, seperti Honey Moon atau Mead Moon yang berkaitan dengan musim panen dan tradisi masyarakat setempat.
Kapan Strawberry Moon 2026 Terjadi di Indonesia?
Secara astronomi, fase purnama Strawberry Moon mencapai puncaknya pada 30 Juni 2026. Namun, waktu puncak tersebut berbeda di setiap wilayah karena dipengaruhi zona waktu.
Berikut waktu puncak Strawberry Moon di Indonesia:
- WIB (Jakarta dan sekitarnya): Selasa, 30 Juni 2026 pukul 06.57 WIB
- WITA (Balikpapan, Samarinda, Makassar dan sekitarnya): Selasa, 30 Juni 2026 pukul 07.57 WITA
- WIT (Jayapura dan wilayah timur Indonesia): Selasa, 30 Juni 2026 pukul 08.57 WIT
Meski demikian, waktu di atas merupakan puncak fase purnama secara astronomi dan bukan waktu terbaik untuk melakukan pengamatan.
Pada jam tersebut, sebagian wilayah Indonesia sudah memasuki pagi hari sehingga kondisi langit tidak ideal untuk menikmati tampilan Bulan secara maksimal.
Jam Terbaik Melihat Strawberry Moon di Indonesia
Bagi masyarakat Indonesia, waktu yang lebih direkomendasikan untuk menikmati Strawberry Moon adalah malam 29 Juni 2026, ketika Bulan mulai muncul dari ufuk timur.
Berikut perkiraan waktu terbaik berdasarkan zona waktu Indonesia:
- WIB: sekitar pukul 18.00-19.00
- WITA: sekitar pukul 19.00-20.00
- WIT: sekitar pukul 20.00-21.00
Periode sekitar 30 hingga 60 menit setelah Bulan terbit biasanya menjadi momen yang paling menarik. Pada saat ini, Bulan sering kali terlihat lebih besar dibandingkan ukuran normalnya.
Fenomena tersebut dikenal sebagai Moon Illusion, yaitu efek visual yang membuat Bulan tampak berukuran besar ketika berada dekat cakrawala.
Selain terlihat lebih besar, Bulan juga dapat tampak berwarna kuning keemasan atau jingga karena cahaya yang melewati lapisan atmosfer lebih tebal.
Kondisi inilah yang sering menjadi momen favorit para fotografer langit malam untuk mengabadikan pemandangan Bulan.
Cara Melihat Strawberry Moon dengan Lebih Jelas
Meskipun tidak membutuhkan teleskop, ada beberapa cara agar pengalaman mengamati Strawberry Moon menjadi lebih maksimal.
Pertama, pilih lokasi dengan pandangan terbuka ke arah timur. Tempat seperti pantai, lapangan luas, area perbukitan, atau lokasi minim bangunan tinggi dapat menjadi pilihan terbaik.
Kedua, hindari area dengan polusi cahaya tinggi. Cahaya lampu kota yang terlalu terang dapat mengurangi kualitas pengamatan benda langit.
Ketiga, periksa prakiraan cuaca sebelum melakukan pengamatan. Langit berawan tentu dapat menghalangi pemandangan Bulan.
Keempat, gunakan aplikasi pemantau langit untuk mengetahui posisi Bulan secara akurat.
Saat ini banyak aplikasi astronomi yang dapat membantu pengguna menemukan waktu terbit dan posisi Bulan di lokasi masing-masing.
Jika ingin mengabadikan momen tersebut, pengguna juga dapat memanfaatkan kamera ponsel dengan fitur night mode atau kamera digital dengan lensa telefoto.
Mengapa Strawberry Moon Menarik untuk Disaksikan?
Fenomena Strawberry Moon bukan hanya menarik dari sisi visual, tetapi juga memiliki nilai sejarah dan budaya.
Sejak ribuan tahun lalu, manusia menggunakan siklus Bulan sebagai penanda musim, aktivitas pertanian, hingga berbagai kegiatan masyarakat.
Bulan purnama Juni juga sering menjadi salah satu momen favorit pengamat langit karena muncul pada musim tertentu dan menghadirkan pemandangan yang berbeda dibanding bulan purnama biasa.
Karena itu, jika cuaca mendukung, masyarakat Indonesia dapat memanfaatkan malam 29 Juni 2026 untuk menikmati Strawberry Moon.
Siapkan lokasi terbaik, arahkan pandangan ke langit timur, dan nikmati salah satu pertunjukan alam yang selalu menarik untuk disaksikan. (FB)