JAKARTA – Kanada mencatat sejarah baru di Piala Dunia 2026 setelah menyingkirkan Afrika Selatan dengan skor tipis 1-0, Senin (29/6/2026) dini hari WIB.
Kemenangan tersebut memastikan langkah perdana Timnas Kanada ke babak 16 besar sepanjang keikutsertaannya di ajang sepak bola paling bergengsi tersebut.
Laga yang berlangsung di Los Angeles Stadium menjadi panggung emosional bagi Alphonso Davies karena stadion tersebut merupakan lokasi dirinya mengalami cedera ligamen lutut anterior (ACL) yang membuatnya harus menepi selama sekitar delapan bulan pada 2025.
Kini, pemain berusia 25 tahun itu kembali menginjakkan kaki di lapangan yang sama dengan kisah berbeda setelah menjalani debutnya di Piala Dunia 2026 sebagai pemain pengganti dan membantu Kanada mengamankan kemenangan dramatis.
Gol semata wayang Kanada lahir pada masa tambahan waktu tepatnya menit ke-92 melalui tendangan voli spektakuler Stephen Eustaquio yang gagal dihentikan penjaga gawang Afrika Selatan.
Davies mengaku seluruh skuad merasakan luapan kebahagiaan luar biasa karena perjuangan panjang mereka akhirnya menghasilkan pencapaian bersejarah bagi sepak bola Kanada.
“Ini benar-benar mimpi yang menjadi kenyataan bagi kami, dan kami ingin terus melangkah sejauh mungkin di turnamen ini,” ujar Alphonso Davies seperti dikutip dari laman FIFA, Senin (29/6/2026).
Bek Bayern Munich tersebut menilai keputusan pelatih Jesse Marsch memasukkan sejumlah pemain pengganti berhasil meningkatkan intensitas permainan sehingga Kanada mampu menekan lawan hingga detik terakhir pertandingan.
Davies juga memuji kualitas penyelesaian akhir Eustaquio yang menurutnya menjadi salah satu gol terbaik dalam perjalanan Kanada di turnamen kali ini.
Selepas peluit panjang berbunyi, seluruh pemain dan staf pelatih langsung berlari ke lapangan untuk merayakan kemenangan yang menjadi tonggak sejarah sepak bola Kanada.
Menurut Davies, selebrasi tersebut menggambarkan besarnya arti kemenangan karena pada edisi Piala Dunia sebelumnya Kanada gagal memenuhi ekspektasi.
Pemain bernomor punggung 19 itu mengaku perjalanan menuju debut di Piala Dunia kali ini tidak mudah setelah harus melewatkan tiga pertandingan awal akibat proses pemulihan cedera hamstring.
Ia mengaku hanya bisa menyaksikan rekan-rekannya dari bangku cadangan sambil terus menjaga kesabaran dan bekerja keras agar kembali berada dalam kondisi terbaik.
“Menunggu kesempatan itu memang berat, tetapi saya percaya waktunya akan tiba jika tetap bersabar dan terus bekerja keras,” kata Davies.
Davies memberikan apresiasi kepada tim pelatih dan seluruh pemain Kanada yang telah memberikan dukungan penuh selama dirinya menjalani masa pemulihan hingga akhirnya kembali tampil di panggung terbesar sepak bola dunia.
Kanada kini bersiap menghadapi lawan yang lebih berat pada babak 16 besar dengan calon lawan antara Belanda atau Maroko.
Meski menyadari tantangan akan semakin sulit, Davies optimistis timnya masih memiliki peluang untuk terus menciptakan kejutan berkat kualitas pemain dan motivasi tinggi yang dimiliki skuad.
“Batas kami hanyalah langit, karena kami memiliki talenta dan motivasi untuk terus melaju,” tegas Davies.
Bagi Davies, kembali bermain di stadion tempat dirinya pernah mengalami cedera berat menjadi simbol kebangkitan sekaligus awal dari perjalanan baru dalam karier profesionalnya.
Ia menilai kisahnya di stadion tersebut belum sepenuhnya berakhir dan masih menyimpan banyak cerita yang akan ditulis pada masa mendatang.***