JAKARTA – Tim Nasional Jepang menatap laga hidup-mati melawan Brasil pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 dengan penuh optimisme berbekal kekompakan skuad yang dinilai semakin solid menjelang duel di Houston, Amerika Serikat, Selasa (30/6/2026) pukul 00.00 WIB.
Pelatih Hajime Moriyasu menilai semangat kebersamaan menjadi modal terbesar timnya untuk menghadapi salah satu kandidat juara dunia yang telah lima kali mengangkat trofi paling bergengsi di sepak bola tersebut.
Jepang melangkah ke fase gugur setelah finis sebagai runner-up grup dengan catatan satu kemenangan dan dua hasil imbang sehingga kini bersiap menghadapi tantangan yang jauh lebih berat melawan raksasa Amerika Selatan.
Moriyasu menegaskan seluruh pemain memiliki komitmen yang sama untuk memberikan kontribusi maksimal demi kepentingan tim tanpa memandang status maupun peran masing-masing.
“Semua pemain akan melakukan yang terbaik untuk tim dan memberikan kontribusi, tim ini bersatu dan rasa kebersamaan itu kini semakin kuat,” ujar Hajime Moriyasu dikutip dari AFP, Senin.
Meski demikian, Samurai Biru dipastikan kembali kehilangan winger andalan Takefusa Kubo yang masih menjalani pemulihan akibat cedera lutut yang dialaminya saat bermain imbang 2-2 melawan Belanda pada laga pembuka turnamen.
Jepang memang sempat mengejutkan Brasil dengan kemenangan 3-2 dalam pertandingan persahabatan pada Oktober lalu, namun Moriyasu menilai situasi kali ini berbeda karena skuad asuhan Carlo Ancelotti dipastikan datang dengan motivasi lebih besar untuk membalas kekalahan tersebut.
Menurut Moriyasu, Brasil akan tampil jauh lebih agresif sehingga pertandingan diprediksi berlangsung dalam tempo tinggi sejak menit awal hingga peluit akhir dibunyikan.
“Mereka adalah tim yang berbeda dan tentu lebih termotivasi untuk mengalahkan kami sehingga pertandingan akan berlangsung sangat intens, tetapi kami juga memiliki peluang dan akan mengerahkan seluruh kemampuan,” kata Moriyasu.
Jepang masih memburu sejarah karena belum pernah melangkah melewati babak 16 besar sepanjang keikutsertaan mereka di Piala Dunia.
Di sisi lain, Brasil datang dengan ambisi merebut gelar juara dunia keenam yang akan semakin mengukuhkan status mereka sebagai negara tersukses dalam sejarah kompetisi tersebut.
Brasil juga memperoleh keuntungan waktu pemulihan yang lebih panjang karena menyelesaikan pertandingan fase grup sehari lebih awal dibandingkan Jepang.
Moriyasu mengakui kondisi tersebut sedikit menguntungkan lawan, tetapi menegaskan faktor tersebut tidak akan dijadikan alasan apabila timnya gagal meraih hasil maksimal.
Pemenang laga Jepang kontra Brasil selanjutnya akan menghadapi pemenang pertandingan antara Norwegia dan Pantai Gading pada babak perempat final.
Empat tahun lalu Jepang mencuri perhatian dunia setelah menumbangkan Jerman dan Spanyol di fase grup sebelum akhirnya tersingkir melalui adu penalti melawan Kroasia pada babak 16 besar.
Brasil juga memiliki kenangan pahit terhadap Kroasia setelah tersingkir melalui adu penalti pada babak perempat final edisi sebelumnya sehingga duel kali ini menjadi kesempatan bagi kedua tim untuk membuka lembaran baru di Piala Dunia.***