Meskipun tensi balapan F1 GP Austria 2026 berjalan sangat tinggi, Max Verstappen membuktikan dirinya tetap bisa bercanda di balik kemudi. Pembalap utama Red Bull Racing ini melontarkan sindiran sarkas yang jenaka kepada insinyur balapnya, Gianpiero Lambiase, dengan menyebut bahwa bendera kuning (yellow flag) adalah kode untuk tetap memacu mobil secara maksimal (flat-out).
Candaan tajam Verstappen lewat radio tim ini bukanlah tanpa alasan. Ini adalah sindiran langsung yang dialamatkan kepada rivalnya dari Mercedes, George Russell, yang meraih posisi pole secara kontroversial pada sesi kualifikasi hari Sabtu.
Duduk Perkara: Pole Position Kontroversial George Russell
Pada sesi kualifikasi Q3 yang dramatis, George Russell sukses mempertajam catatan waktunya di detik-detik terakhir untuk merebut pole position. Kontroversinya adalah: Russell melesat kencang tepat saat bendera kuning berkibar akibat kecelakaan hebat yang dialami oleh Verstappen sendiri di Tikungan 9.
Meskipun bendera kuning tunggal kemudian ditingkatkan menjadi bendera kuning ganda (double yellows), Russell sudah terlanjur melewatinya. Mercedes dan Russell akhirnya lolos dari hukuman setelah berhasil membuktikan lewat data telemetri bahwa pembalap Inggris itu sudah mengangkat kaki dari pedal gas (lift-off) 100 meter lebih awal sebelum mendekati lokasi kecelakaan. Namun, Verstappen tampaknya tidak sepenuhnya “menerima” pembelaan tersebut.
Transkrip Radio Tim: “Artinya Gas Pol, Kan?”
Momen sindiran itu terjadi pada balapan hari Minggu yang tidak ditayangkan di televisi. Saat mobil Williams milik Carlos Sainz mogok di trek lurus garis finis, bendera kuning berkibar dan sistem Virtual Safety Car diberlakukan.
Lambiase dengan sigap memperingatkan Verstappen lewat radio:
Lambiase: “Bendera kuning di Tikungan 10, bendera kuning ganda di sepanjang garis start/finis. Kuning di sini dan kuning ganda.”
Dengan respons secepat kilat dan penuh nada sarkas, Verstappen menjawab:
Verstappen: “Itu artinya gas pol (flat-out), kan? Lewati saja mobilnya?”
(Jeda sejenak)
Verstappen: “Saya cuma bercanda.”
Kebangkitan Red Bull: Finis Kedua yang Manis
Di luar aksi komedinya di atas kokpit, juara dunia empat kali ini menunjukkan performa luar biasa pada balapan hari Minggu. Memulai balapan dari posisi kelima, Verstappen menggila dan berhasil finis di posisi kedua—mencatatkan hasil terbaik Red Bull sepanjang musim 2026 sejauh ini berkat paket komponen baru (upgrade).
Verstappen sempat tertinggal 11 detik dari George Russell setelah melakukan pit stop terakhirnya. Namun, ia memangkas jarak tersebut dengan sangat cepat, meskipun pada akhirnya harus puas finis di posisi kedua dengan selisih tipis 1,6 detik saja dari Russell yang keluar sebagai pemenang.
“Melihat ke belakang, memang mudah untuk mengatakan kami seharusnya melakukan pit stop lebih awal untuk melakukan undercut pada George. Tapi performa ban saya sedikit lebih baik darinya, jadi saya cukup percaya diri bisa menahannya di belakang (jika strategi berbeda). Ini tetap hasil yang sangat bagus setelah masa-masa sulit belakangan ini. Untuk pertama kalinya kami bisa bertarung lagi demi kemenangan, dan itu adalah langkah maju yang besar,” pungkas Verstappen kepada Sky Sports F1.