JAKARTA – Iran menegaskan tidak ada pertemuan teknis yang dijadwalkan dengan Amerika Serikat pekan ini, membantah laporan bahwa kedua pihak akan segera bertemu untuk membahas implementasi kesepakatan mengakhiri perang di Timur Tengah dan sengketa Selat Hormuz.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, menyebut konsultasi masih berlangsung melalui mediator mengenai tanggal dan lokasi pembicaraan. “Tidak ada pertemuan teknis kelompok kerja yang direncanakan untuk minggu ini,” ujarnya, dikutip televisi pemerintah dan kantor berita Tasnim, dilansir Türkiyetoday, Senin (29/6/2026).
Gharibabadi menambahkan, diskusi dengan Qatar terkait nota kesepahaman tetap berjalan, dan keputusan mengenai pertemuan teknis akan diambil setelah kondisi yang diperlukan terpenuhi.
Sebelumnya, Axios melaporkan bahwa AS dan Iran sepakat menghentikan serangan dan berencana bertemu di Qatar pada 30 Juni untuk menyelesaikan perselisihan di Selat Hormuz. CNN juga mengutip komentar serupa dari seorang pejabat pemerintahan Trump, meski Gedung Putih belum mengeluarkan pernyataan resmi.
Qatar bersama Pakistan diketahui berperan sebagai mediator dalam pembicaraan Iran-AS. Diskusi terakhir berlangsung di Swiss pada 21 Juni dengan kehadiran delegasi dari keempat negara. Qatar juga memainkan peran penting dalam aspek keuangan, termasuk pembekuan aset Iran akibat sanksi AS.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan langkah pencairan dana sedang dilakukan. “Sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan, $6 miliar dari total $12 miliar yang disimpan di Qatar akan dilepaskan dan dikembalikan ke negara tersebut,” katanya.