Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi, kembali mendatangi Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung pada Senin (29/6/2026). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan penanganan medis terhadap YTR, korban dugaan penyekapan dan penganiayaan sadis oleh tersangka Taufik Hidayat, berjalan dengan kasta tertinggi dan tanpa hambatan biaya.
Sebagai bentuk nyata kehadiran negara, Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi mendepositkan dana jaminan sebesar Rp1 miliar di RSHS untuk menopang seluruh rangkaian pengobatan, operasi, hingga rehabilitasi korban.
Klarifikasi Dedi Mulyadi: Ini Dana Negara, Bukan Uang Pribadi
Dalam kesempatan tersebut, Dedi Mulyadi langsung meluruskan kesimpangsiuran informasi yang sempat beredar di media sosial mengenai asal-usul dana bantuan yang fantastis tersebut.
Dedi menjelaskan bahwa Pemprov Jabar berkomitmen penuh mendampingi korban dari segi finansial maupun psikologis sampai benar-benar sembuh total. Langkah ini diambil setelah dirinya berkoordinasi langsung dengan jajaran manajemen rumah sakit.
Dikeroyok 40 Dokter: Fokus Babat Habis Infeksi Sebelum Operasi
Skala cedera yang dialami YTR rupanya sangat kompleks. Tidak main-main, RSHS sampai harus menurunkan tim medis gabungan yang terdiri dari hampir 40 dokter spesialis untuk menangani kasus ini.
Direktur Utama RSHS, dr. Rachim, mengungkapkan bahwa kondisi korban saat ini belum memungkinkan untuk langsung masuk ke meja operasi.
Tim medis saat ini masih berfokus 100 persen untuk menjinakkan dan menghilangkan infeksi pada tubuh korban. “Jika infeksi belum beres, kami tidak bisa melakukan operasi karena lukanya tidak akan sembuh,” jelas dr. Rachim.
Penanganan tidak bisa dilakukan terburu-buru karena luka yang diderita korban tidak hanya berpusat di area wajah, melainkan juga berdampak serius pada fungsi pergerakan kaki.
Timeline Pemulihan: Diproyeksikan Makan Waktu Hingga 1 Tahun
Mengingat parahnya dampak penganiayaan fisik yang diterima korban, tim dokter RSHS telah menyusun rencana perawatan jangka panjang yang diperkirakan bisa memakan waktu hingga satu tahun penuh.
Rencana pemulihan komprehensif tersebut meliputi empat tahapan krusial:
-
Eradikasi Infeksi: Pembersihan bakteri dan infeksi luka secara menyeluruh.
-
Bedah Rekonstruksi: Tindakan operasi yang akan dilakukan secara bertahap.
-
Restorasi Fungsi Tubuh: Pemulihan sistem motorik dan fungsi anggota gerak (kaki).
-
Rehabilitasi Medis Berkelanjutan: Terapi jangka panjang untuk mengembalikan kondisi fisik korban seperti sediakala.