Kepergian tragis dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni alias dr. Icha (27) memicu gelombang duka sekaligus aksi solidaritas masif dari komunitas medis. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) secara resmi mengimbau seluruh dokter di provinsi tersebut untuk mengenakan pita hitam di lengan kanan selama tujuh hari berturut-turut.
Aksi berkabung ini berlangsung mulai 29 Juni hingga 5 Juli 2026, yang dimulai bertepatan dengan prosesi pemakaman dr. Icha di Perumahan RSS Baumata, Kabupaten Kupang, pada Senin (29/6/2026).
Ketua IDI Wilayah NTT, dr. Stef Soka, menegaskan bahwa gerakan ini merupakan bentuk penghormatan tertinggi sekaligus simbol persatuan para tenaga medis yang menolak segala bentuk tekanan saat bertugas di garda terdepan kesehatan.
“Kehadiran dan kebersamaan sejawat merupakan penghormatan terakhir bagi almarhumah sekaligus benteng dukungan bagi keluarga,” ujar dr. Stef Soka.
Flashback: Trauma Bentakan di Ruang IGD
Sebelum ditemukan meninggal dunia, dokter muda ini dilaporkan mengalami trauma psikologis hebat akibat dugaan intimidasi saat dirinya tengah bertugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Leona Kefamenanu. Kala itu, dr. Icha sedang berjuang menyelamatkan seorang pasien anak yang kritis akibat gigitan ular berbisa.
Pihak keluarga membeberkan bahwa tekanan mental bermula saat ruangan pelayanan mendadak diintervensi oleh oknum yang mengaku sebagai pejabat daerah.
“Dokter Icha mengaku sangat ketakutan dan mengalami tekanan psikologis berat akibat bentakan bernada tinggi yang diterimanya saat sedang menangani pasien,” ungkap paman almarhumah, Victor Manbait.
Bantahan Para Anggota Dewan & Penyelidikan Polisi
Tiga anggota DPRD Timor Tengah Utara (TTU) yang namanya terseret dalam pusaran kasus ini—Therensius Lazakar, Norbertus Tubani, dan Veronika Lake—kompak melayangkan bantahan.
Therensius dan Norbertus berdalih bahwa mereka tidak melakukan intimidasi, melainkan hanya meminta kejelasan terkait SOP penanganan pasien anak tersebut. Mereka mengklaim telah menyampaikan permohonan maaf kepada pihak manajemen rumah sakit dan dr. Icha sebelum tragedi ini terjadi.
Senada dengan sejawatnya, Veronika Lake menegaskan keberadaannya di rumah sakit murni hanya untuk menjenguk pasien dan menyatakan siap menghormati seluruh proses hukum. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap tabir dan penyebab pasti di balik kematian tragis sang dokter muda.